TEORI NEONATUS
PERTEMUAN KE I
1.1 ANTROPOMETRI
Antropometri
berasal dari kata antropos yang artinya tubuh dan metros yang berarti ukuran.
Jadi antropometri artinya ukuran tubuh. Antropometri gizi berhubungan dengan
berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai
tingkat umur dan tingkat gizi.
a.
Syarat-syarat yang mendasari penggunaan Antropometri yaitu:
1. Alat mudah didapat dan digunakan
2. Pengukuran dapat dilakukan
berulang-ulang dengan mudah dan objektif
3. Pengukuran tidak selalu harus oleh
tenaga khusus profesional, dapat oleh tenaga
lain setelah mendapat pelatihan
4. Biaya relatif murah
5. Hasilnya mudah disimpulkan, memiliki
cutt of point dan baku rujukan yang sudah
pasti.
6. Secara ilmiah diakui kebenarannya
b. yang diukur pada pemeriksaan antropometri
·
Berat badan menurut umur (BB/U)
·
Panjang/tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U)
·
Berat badan menurut panjang/tinggi badan (BB/PB atau
BB/TB)
·
Indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U)
c. Penggunaan Antropometri memiliki beberapa keunggulan, seperti :
1.
Prosedur sederhana, aman dan dapat dilakukan dalam jumlah sampel cukup besar
2.
Relatif tidak membutuhkan tenaga ahli
3.
Alat murah, mudah dibawa, tahan lama, dapat dipesan dan dibuat di daerah
setempat
4.
Metode ini tepat dan akurat, karena dapat dibakukan.
5.
Dapat mendeteksi atau menggambarkan riwayat gizi di masa lampau.
6.
Umumnya dapat mengidentifikasi status buruk, kurang dan baik, karena sudah ada
ambang
batas yang jelas.
7.
Dapat mengevaluasi perubahan status gizi pada periode tertentu, atau dari satu
generasi
ke generasi berikutnya.
8.
Dapat digunakan untuk penapisan kelompok yang rawan terhadap gizi

PERTEMUAN KE II
1.2
PEMERIKSAAN
FISIK PADA BAYI BARU LAHIR
Pemeriksaan
fisik pada bayi merupakan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh bidan, perawat,
atau dokter untuk menilai status kesehatan yang dilakukan pada saat bayi baru
lahir, 24 jam setelah lahir, dan pada waktu pulang dari rumah sakit. Dalam
melakukan pemeriksaan ini sebaiknya bayi dalam keadaan telanjang di bawah lampu
terang, sehingga bayi tidak mudah kehilangan panas. Tujuan pemeriksaan fisik
secara umum pada bayi adalah menilai status adaptasi atau penyesuaian kehidupan
intrauteri ke dalam kehidupan ekstrauteri serta mencari kelainan pada bayi.
a.
Macam-macam pemeriksaan fisik APGAR
score
Pemeriksaan
fisik pada bayi baru lahir, dimulai sejak menit-menit pertama setelah bayi lahir, yaitu dengan penilaian APGAR
score. Penilaian APGAR score dilakukan untuk mengetahui apakah bayi tersebut
normal atau asfiksia. Tabel APGAR score:
|
No |
Aspek yang dinilai |
Nilai 0 |
Nilai 1 |
Nilai 2 |
|
1. |
Appearance (warna kulit) |
Seluruh tubuh biru |
Tubuh merah
ekstrimitas biru |
Seluruh tubuh
merah |
|
2. |
Pulse (denyut jantung) |
Tidak ada |
<100 kali/menit |
>100 kali/menit |
|
3. |
Grimace (rangsangan) |
Tidak ada |
Sedikit menyeringai |
Bersin |
|
4. |
Activity (tonus otot) |
Tidak ada |
Sedikit fleksi |
Bergerak aktif |
|
5. |
Respiratory (pernapasan) |
Tidak ada |
Merintih |
Menagis kuat |
b.
Tujuan dari Pemeriksaan Fisik
Tujuan
Dari Pemeriksaan Fisik adalah :
1. Untuk menentukan status
kesehatan klien
2. Mengidentifikasi
masalah
3. Mengambil data dasar
untuk menentukan rencana tindakan
4. Untuk
untuk mengenal dan menemukan kelainan yang perlu mendapat tindakan segera.
5. Untuk
menentukan data objektif dari riwayat keperawatan klien.
c. Prinsip
Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir
1. Jelaskan prosedur pada orang tua
dan minta persetujuan tindakan .
2.Cuci dan keringkan tangan , pakai sarung
tangan .
3. Pastikan pencahayaan baik.
4. Periksa apakah bayi dalam
keadaan hangat, buka bagian yangg akan diperiksa (jika bayi telanjang
pemeriksaan harus dibawah lampu pemancar) dan segera selimuti kembali dengan
cepat.
5. Periksa bayi secara sistematis
dan menyeluruh.
d. Peralatan
dan Perlengkapan :
a. Kapas alkohol dalam
tempatnya.
b. Bak instrumen
c. Handscoon
d.Tissue dalam tempatnya
e. Senter
f. Termometer
g. Stetoskop
h.Tongs patel
i.Selimut bayi
j. Bengkok
k.Timbangan bayi
l.Selimut bayi
m.Bengkok
n.Timbangan bayi
o.Pita ukur/metlin
p.Timer
q.Pengukur panjang badan
r.Buku catatan
PERTEMUAN KE III
1.3 MEMANDIKAN BAYI DAN PERAWATAN TALI PUSAT
Memandikan
adalah suatu cara membersihkan tubuh seseorang dengan cara menyiram dan
merendam diri dalam air. Dalam minggu minggu pertama bayi cukup mandi satu kali
sehari dipagi hari.Jika perlu sore hari cukup dibersihkandari kulit yang basah
atau keringat.Usahakan tidak langsung memandikan bayi setelah menyusu, sedang
lapar atau mengantuk untuk menghindarkan bayi muntah, kedinginan, atau
kaget.Tujuan dari memandikan bayi untuk membersihkan tubuh bayi.
a.
Kapan sebaiknya memandikan bayi
Memandikan
bayi dapat dilakukan minimal 6-24 jam setelah melahirkan.Bayi baru lahir
biasanya diseliputi oleh verniks, suatu zat yang menyerupai lilin yang menutupi
bayi saat lahir, harus dibiarkan terserap ke dalam kulit karena ini merupakan
pelembab yang luar biasa.Jika rambut bayi perlu dicuci, gunakan air dan sisir
saja untuk mengangkat kotoran
b. Apa yang sebaiknya digunakan untuk membersihkan bayi
Gunakan
air dan kapas pada bulan pertama, jika mata bayi menjadi lengket, gunakan kapas
yang direndam di dalam air matang yang sudah didinginkan untuk membersihkan
bagian tersebut.dengan lembut sekah matanya dengan gerakan dari dalam keluar,
dengan menggunakan beberapa lembar kapas baru untuk setiap kali menyeka.
Gunakan kapas untuk menyekabagian luar telinnga dan hidung(Parker catharinr.
2008) Waktu yang tepat untuk memandikan bayi adalah sebelum bayi tidur, karena
dapat membuatnya rileks hingga memudahkan bayi tidur. Hindari memandikan bayi
sebelum atau setelah makan karena perut bayi yang tertekan akan membuatnya
muntah.(Parker catharinr. 2008)
Hal yang perlu diperhatikan saat memakaikan pakaian pada bayi menurut Kemenkes (2010) yaitu :
1.Bayi jangan dibedong
Membedong bayi
akan membatasi pergerakan sehingga aktivitas otot berkurang dengan demikian
tidak menghasilkan panas tubuh yang akan membuat bayi kedinginan
2. Bayi jangan memakai gurita
Pemakaian gurita
akan menekan lambung sehinggan dapat menyebabkan muntah serta membatasi
pernafasan.
PERTEMUAN KE IV
1.4
IMUNISASI
DASAR DAN ANJURAN
Imunisasi
berasal dari kata imun, kebal atau
resisten. Anak diimunisasi, berarti diberikan kekebalan terhadap suatu penyakit
tertentu. Anak kebal atau resisten terhadap suatu penyakit tetapi belum tentu
kebal terhadap penyakit yang lain. Imunisasi adalah suatu upaya untuk
menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu
penyakit, sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak
akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Imunisasi dasar diberikan pada
bayi sebelum berusia satu tahun. Terdiri atas imunisasi terhadap penyakit
hepatits B, poliomyelitis, tuberkulosis, difteri, pertussis, tetanus, pneumonia
dan meningitis, dan campak (Kemenkes RI, 2017).
a.
Tujuan
imunisasi
Tujuan dalam pemberian imunisasi
antara lain:
1. Meningkatkan kualitas
hidup anak sehingga tidak terkena penyakit
2. Meningkatkan nilai
kesehatan orang di sekitarnya
3. Menurunkan angka
morbiditas, moralitas dan cacat serta bila mungkin didapat eradikasi suatu
penyakit dari suatu daerah atau negeri (Ranuh dkk, 2017).
b.
Manfaat
imunisasi
Manfaat
imunisasi bagi anak dapat mencegah penyakit cacat dan kematian, sedangkan
manfaat bagi keluarga adalah dapat menghilangkan kecemasan dan mencegah biaya
pengobatan yang tinggi bila anak sakit. Bayi yang mendapat imunisasi dasar
lengkapakan meningkatkan kualitas hidup anak sehingga tidak terkenapenyakit dan
peningkatan nilai kesehatan orang disekitarnya
c. Macam-macam
imunisasi
Imunitas atau
kekebalan dibagi menjadi dua hal yaitu aktif dan pasif. Aktif apabila tubuh
anak ikut menyelenggarakan terbentuknya imunitas, sedangkan pasif adalah
apabila tubuh anak tidak bekerja membentuk kekebalan, tetapi hanya menerimanya
saja.
a. Imunisasi aktif, adalah
pemberian kuman atau racun kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan dengan
tujuan untuk merangsang tubuh memproduksi antibodi sendiri. Contohnya imunisasi
polio atau campak. Keuntungan imunisasi aktif yaitu pertahanan tubuh yang
terbentuk akan dibawa seumur hidup, murah dan efektif, tidak berbahaya, reaksi
yangserius jarang terjadi.
b. Imunisasi pasif adalah
pemberian antibody kepada resipien, dimaksudkan untuk memberikan imunitas
secara langsung tanpa harus memproduksi sendiri zat aktif tersebut untuk
kekebalan tubuhnya.
d. Berdasarkan anjuran IDAI terbaru, berikut daftar
imunisasi dasar lengkap bayi usia 0-9 bulan.
· Bayi baru lahir (usia kurang dari 24
jam): imunisasi hepatitis B (HB-1) dan polio-0
· Usia 1 bulan: Polio 0 dan BCG
· Umur 2 bulan: DP-HiB 1, polio 1,
hepatitis 2, rotavirus, PCV
· Usia 3 bulan: DPT-HiB 2, polio 2,
hepatitis 3
· Umur 4 bulan: DPT-HiB 3, Polio 3
(IPV atau polio suntik), hepatitis 4, dan rotavirus 2
· Usia 6 bulan: PCV 3, influenza 1,
rotavirus 3 (petavalen)
· umur 9 bulan: Campak atau MR
PERTEMUAN KE V
1 1.5 MEMIJAT BAYI
Stimulasi pijat sering pula disebut dengan beberapa
istilah lain yaitu stimulasi sentuh, pijat bayi, baby massage, infant massage,
dan lainnya. Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengembangkan peran pijat sebagai bentuk
stimulasi pada bayi. Stimulasi pijat merupakan kombinasi bentuk stimulasi multi
modal, yaitu raba (taktil) dan gerak (kinestetik) yang dilakukan oleh orangtua,
tenaga kesehatan atau anggota keluarga lainnya. Lebih jauh lagi, pada saat yang
sama orang tua juga melakukan stimulasi auditory (pendengaran, dengan mengajak
bayi bicara saat dipijat), stimulasi visual (penglihatan, dengan mengadakan
kontak mata saat memijat), dan lainnya.
Pada dasarnya tujuan pijat bayi atau stimulasi pijat adalah untuk
mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan memberikan stimulasi
raba, gerak dan kombinasi stimulasi lainnya. Stimulasi pijat dilakukan dalam
suasana yang menyenangkan dan nyaman. Lama pijatan sekitar 15 menit, dan
sebaiknya diberikan secara rutin. Tidak ada batasan baku mengenai frekuensi
pemberian pijatan per hari. Namun, sebaiknya orangtua menjadikan stimulasi
pijat suatu rutinitas dan bila mungkin dilakukan tiga kali sehari. Teknik untuk
pemijatan untuk bayi cukup bulan dan bayi kurang bulan berbeda. Teknik untuk
bayi cukup bulan cukup bervariasi dan sebisa mungkin meliputi seluruh bagian
tubuh. Urutan pada teknik pemijatan ditujukan agar tidak ada bagian tubuh yang
terlewati, namun dapat diberikan tidak secara berurutan.
a. Apa
saja manfaat stimulasi pijat?
Stimulasi
pijat memiliki manfaat pada kondisi tertentu antara lain untuk bayi:
1. Meningkatkan
frekuensi menyusu
2. Meningkatkan
berat badan bayi
3. Membantu
bayi untuk berlatih relaksasi
4. Membuat
tidur lebih lelap dan lama
5. Membuat
ikatan / bonding dengan ibu /orangtua
b.Hal-hal
apa saja yang harus diperhatikan saat melakukan stimulasi pijat?
1.Yang terpenting adalah
selalu melihat respons bayi.
2.Bila bayi menangis maka
sebaiknya dicek dahulu penyebabnya, jangan memaksakan suatu jenis pijatan pada
bayi.
3.Dalam memberikan
pijatan, dapat diberikan stimulasi multi modal dengan memperdengarkan lagu,
mengajak anak bicara dan lainnya.
4.Gunakan lotion atau
baby oil atau minyak kelapa untuk media antara kulit pemijat dan bayi.
5.Sebaiknya orangtua menyediakan 15 menit ke depan khusus untuk bayinya tanpa terganggu apapun.
PERTEMUAN KE VI
1.6 DETEKSI
DINI TUMBUH KEMBANG BAYI
· Pengertian
deteksi dini tumbuh kembang anak
Deteksi dini tumbuh kembang anak,
program ini sedang digalakkan oleh pemerinta sebagai upaya mencapai tumbuh
kembang anak yang optimal. Deteksi dini tumbuh kembang anak adalah kegiatan
atau pemeriksaan untuk men- emukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh
kembang pada balita dan anak prasekolah
· Jenis Deteksi dini Pertumbuhan dan Perkembangan
Ada 3
jenis deteksi dini yang dapat dikerjakan oleh tenaga kesehatan ditingkat
puskesmas dan jaringannya yaitu :
a. Deteksi
dini penyimpangan pertumbuhan yaitu untuk mengetahui/menemukan status
pertumbuhan anak, seperti adanya status gizi kurang/buruk dan mikro/
makrosefali. Untuk deteksi dini pertumbuhan anak diperluhkan intrumen dalam
pengukurannya. Jenis instrumen yang digunakan adalah :
•
Berat
Badan menurut Tinggi badan anak (BB/TB)
•
Pengukuran
Lingkar kepala anak (PLKA)
b. Deteksi
dini penyimpangan perkembangan yaitu untuk mengetahui gangguan perkembangan
anak (keterlambatan), gangguan daya lihat, gangguan daya den- gar. Jenis
instrumen yang digunakan:
•
Kuesioner
Pra skrining Perkembangan (KPSP)
•
Tes Daya
Lihat (TDL)
•
Tes Daya
Dengar Anak (TDD)
c. Deteksi
dini penyimpangan mental emosional yaitu untuk mengetahui adanya masalah mental
emosional, autisme, gangguan pemusatan perhatian dan hiper- aktivitas.
Instrumen yang digunakan:
•
Kuesioner
Masalah Mental Emosional (KMME)
•
Checklist
for Autism in Toddlers (CHAT)
•
Gangguan
Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)
· Deteksi Dini Penyimpangan Pertumbuhan
Untuk
mengetahui adanya penyimpangan pertumbuhan, parameter yang digunakan adalah
Berat Badan terhadap Tinggi Badan (BB/TB) dan lingkar kepala anak (LKA).
Parameter tersebut termasuk ukuran antropometri dan paling mudah dilakukan
dilapangan.
a. Pengukuran
Berat badan
Keuntungan dari
pengukuran berat badan merupakan salah satu ukuran antropometrik yang
terpenting untuk mengetahui keadaan staus gizi anak. Selain itu juga dipakai
untuk memeriksa kesehatan anak pada semua kelompok umur, apakah anak dalam
keadaan normal dan sehat.
Keuntungan
lainnya adalah pengukurannya mudah, sederhana dan murah. Oleh karena itu kegunaan
berat badan adalah :
1. Sebagai
informasi tentang keadaan
gizi anak, pertumbuhan dan kesehatannya.
2. Untuk
monitoring kesehatan sehingga dapat menentukan therapi apa yang sesuai dengan
kondisi anak.
3. Sebagai
dasar untuk menentukan dasar perhitungan dosis obat ataupun diet yang
diperlukan untuk anak.
Kelemahan,
meskipun berat badan merupakan ukuran yang dianggap paling pent- ing, namun
mempunyai kelemahan yaitu :
1.
Tidak sensitif terhadap
proporsi tubuh misalnya pendek gemuk atau tinggi kurus.
2.
Terjadi perubahan
secara fluktuasi setiap hari yang masih dalam batas normal.
Perubahan
ini dapat terjadi akibat pengaruh intake seperti makanan/minuman dan output
seperti urine, keringat, pernafasan. Besarnya fluktuasi tergantung kelompok
umur dan sangat individual berkisar antara 100-200 gr sampai 500-1000 gr. Pada
beberapa hari pertama berat badan bayi akan mengalami penurunan yang sifatnya
normal yaitu sekitar 10% dari berat badan lahir. Hal ini disebabkan keluarnya
meconium dan air seni yang belum diimbangi asupan yang adekuat, misalnya
produksi ASI yang belum lancar. Umumnya berat badan akan kembali mencapai berat
lahir pada hari kesepuluh sampai ke empat belas.
Pada tahap
adolesensia (masa remaja) akan terjadi pertambahan berat badan secara cepat (growth
spurt) Selain dengan perkiraan tersebut, dapat juga memperkirakan BB dengan
menggunakan rumus atau pedoman dari Behrman (1992) yaitu:
• Berat
badan lahir rata-rata ; 3,25 kg
• Berat badan usia 3-12 bulan, menggunakan rumus:
1.Berat badan lahir rata-rata : 3,25 kg
2.Berat badan usia 3-12 bulan, menggunakan rumus: [Umur (bulan) + 9 ] / 2 = [n + 9] / 2
3. Berat badan usia 1-6 tahun, menggunakan rumus : [Umur (tahun) × 2] + 8 = 2n + 8 (Keterangan : n adalah usia anak).
|
|
Untuk menentukan umur anak dalam bulan, bila lebih 15 hari dibulatkan ke atas, ku- rang atau sama dengan 15 hari dihilangkan. Misal ada bayi berumur 5 bulan 25 hari, maka bayi dianggap berumur 6 bulan sehingga bila menggunakan rumus Behrman, BB bayi diperkirakan 7,5 kg. Bila anak berumur 2 tahun 6 bulan, anak dianggap berumur 2 tahun, karena kelebihan 6 bulan atau kurang maka akan dibulatkan ke bawah/ dihilangkan.
Cara yang mudah untuk mengetahui pertumbuhan lingkar kepala adalah dengan melihat kurva lingkar kepala pada Kartu Tumbuh Kembang Anak. Kurva ini dibedakan antara laki-laki dan perempuan.
|
|
KARTU MENUJU SEHAT (KMS)
Kartu
Menuju Sehat (KMS) adalah suatu kartu/alat penting yang digunakan untuk
memantau pertumbuhan dan perkembangan anak (Soetjiningsih, 2002). KMS balita
yaitu kartu yang memuat grafik pertumbuhan serta indicator perkembangan yang
bermanfaat untuk mencatat dan memantau tumbuh kembang balita setiap bulan,
sejak lahir sampai berusia lima tahun.
KMS
berisi tentang gambar kurva berat badan terhadap umur untuk anak usia 0-5
tahun, atribut penyuluhan, dan catatan yang penting untuk diperhatikan oleh
petugas dan orang tua, seperti riwayat kelahiran anak, pemberian ASI dan
makanan tambahan, pemberian imunisasi dan vitamin A, penatalaksanaan diare di
rumah, serta patokan sederhana tentang perkembangan psikomotorik anak.
Tujuan
penggunaan KMS adalah mewujudkan tingkat tumbuh kembang dan status kesehatan
anak balita secara optimal serta alat bantu bagi ibu atau orang tua memantau
tingkat pertumbuhan dan perkembangan anaknya.
Ada beberapa fungsi KMS sebagai
berikut:
1.
Sebagai media untuk
mencatat/memantau riwayat kesehatan balita secara lengkap.
2.
Sebagai media
penyuluhan bagi orangtua tentang kesehatan balita
3.
Sebagai sarana
pemantauan yang dapat digunakan bagi petugas untuk menentukan tindakan
pelayanan kesehatan dan gizi terbaik balita.
4.
Sebagai kartu analisa
tumbuh kembang balita
Dari pengukuran
kurva pertumbuhan berat badan, dapat diinterpretasikan hasil sebagai berikut:
1.
Bila pada pengukuran
arah garis meningkat (mengikuti arah kurva), berarti pertumbuhan anak baik.
2.
Bila pada pengukuran
arah garis mendatar, berarti pertumbuhan anak kurang baik sehingga anak
memerlukan perhatian khusus.
3.
Bila pada pengukuran
arah garis menurun, berarti anak memerlukan tindakan segera.
a. Contoh KMS
PERTEMUAN KE
VII
1.6 DETEKSI
DINI PENYIMPANGAN PERKEMBANGAN
Kuesioner Pra skrining
Perkembangan (KPSP)
Tes Daya Lihat (TDL)
Tes Daya Dengar Anak
(TDD)
Denver Denelopment
Screening Test (DDST)
KPSP
adalah merupakan suatu daftar pertanyaan singkat yang ditujukan pada orang tua
dan dipergunakan sebagai alat untuk melakukan skrining pendahuluan untuk
perkembangan anak usia 0-72 bulan. Tujuannya adalah untuk skrining/pemeriksaan
perkembangan anak normal atau ada penyimpangan. Skrining/ pemeriksaan dapat
dilakukan oleh tenaga kesehatan, guru TK/ PAUD terlatih.
Alat yang
diperlukan untuk pemeriksaan adalah:
1.
formulir
KPSP sesuai umur anak
2.
Kertas
3.
Pensil
4.
Bola
karet atau plastic seukuran bola tenis
5.
Kerincingan
6.
Kubus
berukuran sis 2,5 cm sebanyak 6 buah
7.
Benda-benda
kecil seperti kismis/potongan biscuit kecil berukuran 0,5 – 1 cm
Daftar
pertanyaan KPSP berjumlah 10 nomor yang menjadi dua yaitu pertanyaan yang harus
dijawab oleh ortu/pengasuh dan perintah yang harus dilakukan sesuai dengan
pertanyaan pada KPSP. Pertanyaan dalam KPSP harus dijawab ‗ya‘ atau ‗tidak‘
oleh orang tua. Interpretasi hasil pemeriksaan KPSP.
Tujuan pemeriksaan perkembangan dengan KPSP adalah
untuk mengidentifikasi perkembangan anak normal atau tidak. Kegiatan ini dapat
dilakuakan oleh tenaga kesehatan (di puskesmas umumnya dilakukan oleh tenaga
bidan), guru TK dan petugas PAUD terlatih. Selain itu, perlu dipertimbangkan
keterlibatan orang tua atau kelompok masyarakat dalam melakukan skrining ini,
karena tekhnik pelaksanaannya tidak terlalu rumit.
Cara
Penggunaan KPSP yaitu :
a. Pada waktu
pemeriksaan atau skrining anak harus dibawa.
b. Tentukan
umur anak dengan menanyakan tanggal, bulan dan tahun anak lahir. Bila umur anak
lebih 16 hari dibulatkan jadi 1 bulan.
c. setelah
menentukan umur anak, pilih KPSP yang sesuai dengan umur anak.
d. KPSP
terdiri ada 2 macam pertanyaan, yaitu : pertanyaan yang dijawab oleh ibu atau
pengasuh anak, dan perintah kepada ibu atau pengasuh anak untuk melaksanakan
tugas yang tertulis pada KPSP . Tanyakan pertanyaan secara berurutan, satu
persatu. Setiap pertanyaan hanya ada 1 jawaban, Ya atau Tidak. Catat jawaban
tersebut pada formulir tersebut. Teliti kembali apakah semua pertanyaan telah
terjawab (Depkes, 2012, hlm 52).
Interpretasi hasil KPSP
yaitu dengan menghitung jawaban YA, bila ibu atau pengasuh anak menjawab :anak
bisa atau pernah atau sering atau kadang-kadang melakukan nya. sedangkan
jawaban TIDAK, bila ibu atau pengasuh menjawab anak belumpernah melakukan atau
tidak pernah atau ibu atau pengsuh tidak tahu. Jumlah
jawaban “Ya“ = 9 atau 10, perkembangan anak sesuai
dengan tahap perkembangan (S). Jumlah jawaban “Ya“=7 atau 8, perkembangan
anak meragukan (M). Jumlah jawaban “Ya“ = 6 atau kurang, kemungkinan ada
penyimpangan (P). Untuk Jawaban TIDAK , perlu diperincikan jumlah jawaban Tidak
menurut jenis keterlambatan (gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa,
sosialisasi dan kemandirian. Intervensi hasil pemeriksaan KPSP yaitu bila perkembangan anak
sesuai umur (S) maka beri pujian pada ibu atau pengasuh, teruskan pola asuh
anak sesuai dengan tahap perkembangan anak, berikan stimulsi sesering mungkin,
sesuai dengan tahap perkembangan anak dan lakukan pemeriksaan atau skrining
rutin menggunakan KPSP setiap 3 bulan pada anak yang kurang dari 24 bulan dan
setiap 6 bulan untuk anak umur 24 sampai 72 bulan
Bila perkembangan anak
meragukan meragukan (M), beri petunjuk pada ibu untuk melakukan stimulasi
perkembangan anak lebih sering lagi, ajari ibu melakukan intervensi stimulasi
perkembangan anak untuk mengatasi penyimpangan atau mengejar ketertinggalannya.
Lakukan pemeriksan kesehatan untuk mencari kemungkinan adanya penyakit yang
menyebabkan penyimpangan perkembangan anak. lakukan penilaian ulang KPSP 2
minggu kemudian dengan menggunakan daftar KPSP yang sesuai dengan umur anak.
Jika hasil KPSP ulang “Ya“ tetap 7 atau 8 maka kemungkinan ada penyimpangan (P)
(Depkes, 2012, hlm 53).
Bila tahap perkembangan terjadi
penyimpangan (P), maka rujuk ke rumah sakit dengan menulis jenis dan jumlah
penyimpangan perkembangan (gerakan kasar, gerakan halus, bicara
dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian).
PERTEMUAN
KE VIII
1.8 DETEKSI
DINI PENYIMPANGAN EMOSIONAL
Deteksi
dini penyimpangan mental emosional yaitu untuk mengetahui adanya masalah mental
emosional, autisme, gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas. Instrumen
yang digunakan:
• Kuesioner
Masalah Mental Emosional (KMME)
• Checklist
for Autism in Toddlers (CHAT)
• Gangguan
Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)
a.Kuesioner Masalah Mental Emosional
Bertujuan untuk
mendeteksi secara dini adanya penyimpangan/ masalah mental emosional pada anak
prasekolah. Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner Masalah Mental Emosional
bagi anak umur 36 bulan sampai 72 bulan. Jadwal deteksi dini masalah mental
emosional adalah rutin setiap 6 bulan pada anak umur 36 bulan sampai 72 bulan.
Jadwal ini sesuai dengan jadwal skrining/pemeriksaan
perkembangan anak. Alat yang digunakan adalah Kuesioner Masalah Mental
Emosional (KMME) yang terdiri dari 12 pertanyaan untuk mengenali problem mental
emosional anak umur 36 bulan sampai 72 bulan.
Cara melakukan :
o
Tanyakan setiap pertanyaan dengan
lambat, jelas dan nyaring, satu persatu perilaku yang tertulis pada KMME kepada
orang tua/pengasuh anak. oCatat
jawaban YA, kemudian hitung jumlah jawaban YA.
o
Interpretasi :
Bila ada jawaban YA, maka kemungkinan
anak mengalami masalah mental emosional.
o
Intervensi :
o
Bila jawaban YA hanya 1 (satu) :
• Lakukan
konseling kepada orang tua menggunakan Buku Pedoman Pola Asuh Yang Mendukung
Perkembangan Anak.
• Lakukan
evaluasi setelah 3 bulan, bila tidak ada perubahan rujuk ke Rumah Sakit yang
memiliki fasilitas kesehatan jiwa/tumbuh kembang anak.
o
Bila jawaban YA ditemukan 2 (dua) atau
lebih :
Rujuk ke Rumah Sakit yang memiliki
fasilitas kesehatan jiwa/tumbuh kembang anak. Rujukan harus disertai informasi
mengenai jumlah dan masalah mental
emosional yang ditemukan.
PRAKTIKUM NEONATUS
PERTEMUAN KE I
Langkah-langkah dalam mengukur
antropometri pada bayi baru lahir
|
A. |
PERSIAPAN |
|
|
|
|
|
|
1. |
Persiapan alat § Meja periksa § Timbangan bayi § Pengukur panjang badan
bayi § Pita LILA § Metlin (pita cm) § Kain pengalas
timbangan § Selimut bayi § Nierbekken § Jangka kepala bayi § Celemek § Handscone bersih § Pakaian bayi 1 set (baju,
tali dua, bedong) § Phantom bayi lengkap
dengan pakaian § Bak instrument |
1 |
|
|
|
|
|
2. |
Persiapan pasien Jelaskan kepada ibu dan keluarga tentang
tindakan yang akan dilakukan pada bayi |
1 |
|
|
|
|
|
3. |
Persiapan lingkungan -
Menjaga suhu bayi dan lingkungan dalam
keadaan hangat (menutup ventilasi, nyalakan lampu) -
Meletakkan kain pengalas/selimut hangat
ditempat pemeriksaan yang rata |
1 |
|
|
|
|
|
4. |
Persiapan petugas -
Mengenakan pelindung diri -
Mencuci tangan |
1 |
|
|
|
|
|
|
- Menggunakan sarung tangan
|
|
|
|
|
|
|
B. |
CONTENT |
|
|
|
|
|
|
5. |
Penimbangan berat badan Letakkan kain atau kertas pelindung dan atur skala penimbangan ke
titik nol sebelum penimbangan. Hasil timbangan dikurangi berat alas dan
pembungkus bayi |
2
|
|
|
|
|
|
6. |
Pengukuran panjang badan Letakkan bayi ditempat yang datar. Ukur panjang badan dari kepala
sampai ke tumit dengan kaki/badan bayi diluruskan |
2 |
|
|
|
|
|
|
Ukur diameter kepala
kepala bayi |
|
|
|
|
|
|
7. |
Diameter Submento – bregmatica ( 9,5 cm) |
3 |
|
|
|
|
|
8. |
Diameter Mento – occipito ( 13,5 cm) |
3 |
|
|
|
|
|
9. |
Diameter fronto – occipito ( 12 cm ) |
3 |
|
|
|
|
|
10. |
Diameter Bregmatika – suboccipito (9,5 cm) |
3 |
|
|
|
|
|
11. |
Diameter Biparietal ( 9,25cm ) |
3 |
|
|
|
|
|
12. |
Diameter Bitemporal ( 8 cm) |
3 |
|
|
|
|
|
|
Ukur lingkar kepala
kepala |
|
|
|
|
|
|
13. |
Sirkumferensia fronto – occipitalis ( 34 cm
) |
3 |
|
|
|
|
|
14. |
Sirkumferensia mento – occipitalis ( 35 cm
) |
3 |
|
|
|
|
|
15. |
Sirkumferensia Suboccipito -bregmatika (32
cm ) |
3 |
|
|
|
|
|
16. |
Sirkumferensia Submento –bregmatika ( 32 cm
) |
3 |
|
|
|
|
|
17. |
Lingkar lengan atas ( 10 -11cm ) |
2 |
|
|
|
|
|
18. |
Lingkar dada Ukur lingkar dada dari daerah dada ke
punggung kembali melewati kedua puting susu ( 30 – 33 cm ) |
2 |
|
|
|
|
|
19. |
Merapikan bayi, membereskan alat, cuci dan lepaskan handscoen dan
memasukkan ke dalam larutan clorin 0,5 % , mencuci tangan |
1 |
|
|
|
|
|
20. |
Menjelaskan pada orangtua hasil pemeriksaan
|
1 |
|
|
|
|
|
C |
TEKNIK |
|
|
|
|
|
|
21. |
Teruji melaksanakan tindakan secara
sistematis |
1 |
|
|
|
|
|
22. |
Teruji melaksanakan tindakan dengan percaya
diri dan tidak ragu – ragu |
1 |
|
|
|
|
|
23. |
Teruji melaksanakan tindakan dengan hati –
hati dan menjaga keamanan bayi |
2 |
|
|
|
|
|
24. |
Teruji menjaga kehangatan bayi |
1 |
|
|
|
|
|
25. |
Teruji mendokumentasikan hasil
pemeriksaan |
1 |
|
|
|
|
PERTEMUAN
KE II
Langkah-langkah dalam tindakan pemeriksaan
fisik
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
||||
|
A. |
PERSIAPAN |
|
|
|
|
|
|
1. |
Persiapan Alat Menyiapkan alat dan bahan secara ergonomis § Meja Periksa § Celemek § Handscone § Kasa steril § Kapas DTT dalam kom § Kom sedang § Timbangan bayi § Pengukur panjang badan bayi § Pita LILA § Pita cm § Jangka kepala bayi § Stetoskop § Arloji § Penlight § Kain pengalas timbangan § Selimut bayi § Nierbekken § Thermometer aksila § Thermometer rectal § Bak instrument § Phantom bayi lengkap dengan pakaian
§ Cotton
bud § Bola kapas untuk mata |
1 |
|
|
|
|
|
2. |
Persiapan pasien Jelaskan kepada ibu dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan
kepada bayi. |
2 |
|
|
|
|
|
3. |
Persiapan lingkungan - Menjaga suhu bayi dan lingkungan dalam |
2 |
|
|
|
|
|
|
keadaan
hangat. -Meletakkan kain pengalas / selimut hangat ditempat pemeriksaan yang
rata |
|
|
|
|
|
|
4. |
Persiapan petugas -
Mengenakan
pelindung diri -
Mencuci
tangan -
Menggunakan
sarung tangan |
2 |
|
|
|
|
|
B. |
Content/ isi |
|
|
|
|
|
|
5. |
Keadaan Kepala -
Sutura,
molase -
Penonjolan
/ daerah yang cekung (caput, cephal, haematoma |
2 |
|
|
|
|
|
6. |
Inspeksi wajah Wajah
tampak simetris Perhatikan
kelainan wajah |
2
|
|
|
|
|
|
7. |
Mata Bentuk,
kebersihan, skelera, bulu mata Tanda –
tanda infeksi,yakni pus |
2
|
|
|
|
|
|
8. |
Hidung Lubang
hidung Periksa
adanya secret hidung Periksa
adanya pernafasan cuping hidung |
2
|
|
|
|
|
|
9. |
Mulut Periksa bentuk/
kesimetrisan (adanya bibir sumbing) Kesimetrisan
Palatum
|
2
|
|
|
|
|
|
10. |
Telinga Simetris
Periksa
adanya kelainan (kulit tambahan / aurikel,
sekret) Refleks
terkejut |
2 |
|
|
|
|
|
11. |
Leher Simetris Pembengkakan
Kelainan
genetik |
2
|
|
|
|
|
|
12. |
Klavikula -Periksa adanya trauma jalan lahir |
1
|
|
|
|
|
|
13. |
Tangan Simetris
Periksa
keaktifan ekstrimitas bayi Jumlah
jari (sindaktili atau polydaktili) Periksa
Garis tangan |
2
|
|
|
|
|
|
14. |
Dada Periksa
simetris Putting
susu |
2
|
|
|
|
|
|
15. |
Abdomen a.Abdomen harus tampak bulat dan bergerak secara bersamaan dengan
gerakan dada saat |
3 |
|
|
|
|
|
|
bernafas. Kaji adanya pembengkakan
(palpasi)
Jika perut sangat cekung
kemungkinan terdapat hernia diafragmatika Abdomen yang membuncit
kemungkinan karena hepatosplenomegali atau tumor lain Jika perut gembung
kemungkinan adanya enterokolitis vesikalis, omfalokel atau ductus
omfaloentriskus persisten (kaji dengan palpasi) Periksa
keadaan tali pusat, kaji adanya tanda – tanda infeksi (kulit sekitar memerah,
tali pusat berbau) |
|
|
|
|
|
|
16. |
Genetalia Pada bayi laki – laki
panjang penis 3 -4 cm dan lebar 1 – 1,3 cm.
Periksa posisi lubang uretra . prepusium tidak boleh ditarik karena
akan menyebabkan fimosis Periksa
adanya hipospadia dan epispadia Skrotum harus dipalpasi
untuk memastikan jumlah testis ada dua Pada bayi perempuan cukup
bulan labia mayora menutupi labia minora
Lubang
uretra terpisah dengan lubang vagina Terkadang
tampak adanya sekret berdarah dari vagina, hal ini disebabkan oleh pengaruh
hormone ibu (withdrawal bledding) |
3 |
|
|
|
|
|
17. |
Anus dan rectum Periksa
adanya kelainan atresia ani (pemeriksaan dapat dengan memasukkan thermometer
rectal kedalam anus), kaji posisinya. Mekonium
secara umum keluar pada 24 jam pertama, jika sampai 48 jam belum keluar
kemungkinan adanya mekonium plug symdorme, megakolon atau obstruksi saluran
pencernaan |
2 |
|
|
|
|
|
18. |
Tungkai Periksa kesimetrisan
tungkai kaki. Periksa panjang kedua kaki dengan meluruskan keduanya dan
bandingkan Kedua tungkai harus dapat
bergerak bebas. Kurangnya gerakan berkaitan dengan adanya trauma, misalnya
fraktur kerusakan neurologis Periksa
adanya polodaktili atau sindaktili |
2 |
|
|
|
|
|
19. |
Spinal Periksa
spina dengan cara menelungkupkan bayi, raba sepanjang spina. Cari adanya
tanda – tanda abnormalitas seperti spina bifida, pembengkakan, lesung atau
bercak kecil berambut yang dapat |
2 |
|
|
|
|
|
|
menunjukkan adanya abnormalitas medulla spinalis atau kolumna vertebra
|
|
|
|
|
|
|
20. |
Kulit Perhatikan kondisi kulit bayi Periksa
adanya ruam dan bercak atau tanda lahir Periksa
adanya pembengkakan Perhatikan
adanya verniks caseosa Perhatikan adanya lanugo,
jumlah yang banyak terdapat pada bayi kurang bulan Perhatikan
warna kulit, apakah ada tanda ikterik,
sianosis |
2 |
|
|
|
|
|
21. |
Periksa refleks pada bayi baru lahir |
3 |
|
|
|
|
|
22. |
Merapikan
bayi, membereskan alat, cuci dan lepaskan handscoen dan masukkan dalam
larutan clorin 0,5 % mencuci tangan
|
1 |
|
|
|
|
|
23. |
Menjelaskan pada orangtua hasil pemeriksaan |
1 |
|
|
|
|
|
C. |
TEHNIK |
|
|
|
|
|
|
24. |
Teruji melaksanakan tindakan dengan sistematis |
1 |
|
|
|
|
|
25. |
Teruji melaksanakan tindakan dengan percaya diri dan tidak ragu – ragu
|
1 |
|
|
|
|
|
26. |
Teruji melaksanakan tindakan dengan hati – hati dan menjaga keamanan
bayi |
1 |
|
|
|
|
|
27. |
Teruji menjaga kehangatan bayi |
1 |
|
|
|
|
|
28. |
Teruji mendokumentasikan hasil pemeriksaan |
1 |
|
|
|
|
PERTEMUAN KE III
Langkah-langkah dalam melakukan
tindakan memandikan bayi
|
A. |
PERSIAPAN |
|
|
|
|
|
|
1. |
Persiapan alat Ember mandi § Handuk bayi § Shampoo bayi § Sabun mandi bayi § Pakaian bayi (baju, tali
dua, bedong) § Phantom bayi § Selimut bayi § Sepasang washlap § Celemek § Kasa steril § Bola kapas untuk
membersihkan mata § Cotton bad § Kapas cebok dalam
tempatnya § Kom kecil § Nierbekken § Keranjang kain kotor § Bak Instrument |
1 |
|
|
|
|
|
2. |
Persiapan Pasien Jelaskan kepada ibu dan keluarga tentang
tindakan yang akan dilakukan kepada bayi. |
1 |
|
|
|
|
|
3 |
Persiapan lingkungan Menjaga suhu bayi dan lingkungan dalam
keadaan hangat |
1 |
|
|
|
|
|
4 |
Persiapan Petugas -
Mengenakan celemek -
Mencuci tangan dengan sabun dan air
mengalir |
1 |
|
|
|
|
|
B |
PELAKSANAAN |
|
|
|
|
|
|
5. |
Mempersiapkan keperluan mandi |
1 |
|
|
|
|
|
6. |
Memberikan air hangat (hangat – hangat
kuku) dalam bak mandi, diperiksa dengan punggung tangan |
1 |
|
|
|
|
|
7. |
Melepas pakaian bayi |
1 |
|
|
|
|
|
8. |
Membersihkan tinja dari daerah bokong sebelum dimandikan agar air
mandi tidak terkontaminasi (bila ada) |
1 |
|
|
|
|
|
9. |
Meletakkan bayi diatas handuk bayi dan
menutupi badannya agar tetap hangat |
2 |
|
|
|
|
|
10. |
Membersihkan mata, hidung dan telinga |
2 |
|
|
|
|
|
11. |
Menyangga kepala bayi sambil mengusap air
ke muka, tali pusat dan tubuh bayi |
2 |
|
|
|
|
|
12. |
Menyabuni seluruh badan bayi (dada, tangan
dan kaki) dengan menggunakan washlap. |
3 |
|
|
|
|
|
13. |
Mencuci tali pusat dengan air bersih dan
sabun, bersihkan dan keringkan seluruhnya
|
3 |
|
|
|
|
|
14. |
Membersihkan alat genitalia dengan menggunakan kapas lembut -
Untuk bayi laki-laki tarik katup kebelakang
kemudian dibersihkan. -
Untuk bayi perempuan buka labia mayora
kemudian bersihkan dengan lembut |
3 |
|
|
|
|
|
15. |
Menempatkan bayi dalam bak mandi, kemudian
bilaslah sabun dengan cepat |
4 |
|
|
|
|
|
16. |
Mengeringkan bayi dengan handuk yang hangat
dan kering |
3 |
|
|
|
|
|
17. |
Menempatkan bayi pada alas dan popok yang
hangat dan kering (menyingkirkan
handuk basah kepinggir) |
3 |
|
|
|
|
|
18. |
Melakukan perawatan tali pusat -
Membungkus tali pusat dengan kasa steril
yang kering -
Menjaga tali pusat selalu bersih dan kering
-
Mengganti kasa secara berkala (apabila
basah, kotor atau terkena air kencing bayi) -
Jangan menarik atau memaksa tali pusat
supaya lepas |
5 |
|
|
|
|
|
19. |
Mengenakan popok, baju bayi dan selimuti
dengan kain bersih dan kering |
2 |
|
|
|
|
|
20. |
Memberikan bayi kepada ibu untuk
disusui |
2 |
|
|
|
|
|
21. |
Membereskan alat – alat |
1 |
|
|
|
|
|
22. |
Mencuci tangan dengan sabun dan air
mengalir |
1 |
|
|
|
|
|
C |
TEKNIK |
|
|
|
|
|
|
23. |
Teruji memposisikan bayi dengan tepat dan
baik |
1 |
|
|
|
|
|
24. |
Teruji melaksanakan secara sistematis dan
berurutan |
1 |
|
|
|
|
|
25. |
Teruji menjaga keamanan dan keselamatan
bayi |
2 |
|
|
|
|
|
26. |
Teruji melaksanakan tindakan dengan percaya
diri dan tidak ragu – ragu |
2 |
|
|
|
|
PERTEMUAN
KE IV
Langkah-langkah
dalam melakukan tindakan imunisasi
|
A |
PERSIAPAN |
|
||||
|
1 |
Persiapan alat § Bak instrument § Kapas DTT § Air hangat § Spuit BCG (spuit 1cc) § Spuit 3 cc § Spuit 5 cc § Nierbekken § Vaksin (BCG, DPT/HIP,
Polio, Campak) § Kartu imunisasi § Phantom bayi |
2 |
|
|
|
|
|
2 |
Persiapan pasien Jelaskan kepada ibu dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan
kepada bayi. |
2 |
|
|
|
|
|
3 |
Persiapan lingkungan -
Menjaga suhu bayi dan lingkungan dalam
keadaan hangat. -
Meletakkan kain pengalas / selimut hangat
ditempat pemeriksaan yang rata |
2 |
|
|
|
|
|
4 |
Persiapan petugas -
Mengenakan pelindung diri -
Mencuci tangan -
Menggunakan sarung tangan |
2 |
|
|
|
|
|
B |
CONTENT/ISI |
|
||||
|
5. |
Menyapa ibu bayi/anak dengan ramah dan memperkenalkan diri |
2 |
|
|
|
|
|
6. |
Menanyakan dan mencatat identitas anak (nama anak dan orang tua) |
2 |
|
|
|
|
|
7. |
Mengecek jenis vaksin yang dibutuhkan oleh bayi pada saat kunjungan
dan yang sudah diberikan pada buku KIA.
|
3 |
|
|
|
|
|
8. |
Menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan
imunisasi yang akan diberikan seperti manfaat, efek, samping, dan tempat
injeksi |
3 |
|
|
|
|
|
9. |
Mencuci tangan dengan sabun dan air
mengalir, keringkan dengan handuk |
1 |
|
|
|
|
|
10. |
Mempersiapkan vaksin yang benar dan
mengecek tanggal kedaluarsa kemudian mendekatkan coldpack di meja yang tidak
terkena sinar matahari |
2 |
|
|
|
|
|
11. |
Memakai sarung tangan |
2 |
|
|
|
|
|
12. |
Mengambil vaksin dengan dosis yang benar |
3 |
|
|
|
|
|
13. |
Memposisikan anak dengan benar |
2 |
|
|
|
|
|
14. |
Desinfeksi kulit sebelum penyuntikan |
2 |
|
|
|
|
|
15.
|
Menyuntik di tempat dan sudut yang benar Intrakutan
-
Pegang anak dengan tangan kiri sedemikian
rupa, sehingga tangan kiri kita berada di bawah lengannya; ibu jari dan jari
lainnya mengelilingi lengan anak dan meregangkan kulit. -
Pegang spuit dengan tangan kanan, lubang
jarum menghadap ke atas. -
Posisikan spuit hampir sejajar dengan kulit
anak kemudian masukkan jarum ke dalam kulit.
-
Pegang plunger di antara jari telunjuk dan
jari tengah tangan kanan. Tekan plunger dengan ibu jari, suntikkan vaksin dan
keluarkan jarum. Intramuskular -
Regangkan kulit di bagian yang akan
disuntik. -
Masukkan jarum dengan posisi tegak lurus,
sehingga masuk ke dalam otot. -
Tekan plunger dengan ibu jari untuk
memasukkan vaksin-Keluarkan jarum dan tekan tempat bekas suntikan dengan
kapas. Subkutan -
Pegang lengan anak dan regangkan kulitnya. -
Masukkan jarum menembus kulit dengan sudut
45°. -
Tekan plunger untuk memasukkan vaksin -
Cabut jarum dan tekan tempat bekas suntikan
dengan kapas Penetesan Vaksin Oral -
Buka mulut anak dengan cara menekan lembut
pipinya sehingga bibir anak akan terbuka. -
Pegang OPV di depan mulut anak dengan sudut
45°. |
5 |
|
|
|
|
|
|
- Masukkan 2 tetes vaksin
ke lidah anak |
|
|
|
|
|
|
16. |
Memperhatikan reaksi bayi pasca penyuntikan
|
2 |
|
|
|
|
|
17. |
Masukkan tangan pada wadah berisi larutan
klorin 0.5%, bersihkan sarung tangan dan lepaskan secara terbalik |
2 |
|
|
|
|
|
18. |
Mencuci tangan dengan sabun dan air
mengalir, keringkan dengan handuk |
2 |
|
|
|
|
|
19 |
Melakukan pencatatan -
Tanggal, bulan dan tahun kunjungan -
Lokasi penyuntikan -
Nama vaksin yang diberikan |
3 |
|
|
|
|
|
C |
TEKNIK |
|
|
|
|
|
|
20. |
Teruji melaksanakan tindakan secara
sistematis |
2 |
|
|
|
|
|
21. |
Teruji melaksanakan tindakan dengan percaya
diri dan tidak ragu – ragu |
2 |
|
|
|
|
|
22. |
Teruji melaksanakan tindakan dengan hati –
hati dan menjaga keamanan bayi |
2 |
|
|
|
|
PERTEMUAN KE V
Langkah-langkah
dalam melakukan tindakan memijat bayi
|
A.persiapan |
|
|
|
|
|
|
1.Sikap dan perilaku mahasiswa |
|
|
|
|
|
|
a.Menjelaskan Prosedur Yang Akan Dilakukan |
2 |
|
|
|
|
|
b.Bersikap Sopan Pada Saat Pemeriksaan |
2 |
|
|
|
|
|
c.Tanggap Terhadap Reaksi Pasien |
2 |
|
|
|
|
|
d.Sabar Dan Teliti Pada Saat Pemeriksaan |
2 |
|
|
|
|
|
2.Persiapan alat/bahan (disusun secara ergonomis) -
Baby oil
-
Bedong -
Pakaian bayi ( topi, popok, gurita, dll) |
2 |
|
|
|
|
|
3.Persiapan lingkungan (bersih dan hangat )
|
1 |
|
|
|
|
|
4.Persiapan bayi (bayi tidak dalam keadan
lapar/ baru makan) |
1 |
|
|
|
|
|
5.Persiapan penolong |
|
|
|
|
|
|
a.Tangan bersih dan hangat |
1 |
|
|
|
|
|
b.Kuku tidak panjang |
1 |
|
|
|
|
|
c.Perhiasan dilepas |
1 |
|
|
|
|
|
d.Cuci tangan |
1 |
|
|
|
|
|
B.Langkah – langkah |
|
|
|
|
|
|
1.Wajah a. Tekan jari – jari pada
kening, pelipis dan pipi bayi b. Gunakan kedua ibu jari
untuk memijat daerah atas alis c. Dengan tekanan lembut,
tarik garis dengan ibu jari dari hidung bayi kearah pipinya d. Gunakan kedua ibu jari
untuk memijat sekitar mulutnya, tarik sehingga bayi tersenyum e. Pijat lembut rahang bawah
bayi dari tangan kesamping seolah – olah membuat bayi tersenyum f. Pijat secara lembut
daerah dibelakang telinga kearah dagu |
5 |
|
|
|
|
|
2.Dada a.Letakkan kedua tangan ditengah dada bayi
dan gerakkan keatas kemudian disisi luar tubuh dan kembali keulu hati |
5 |
|
|
|
|
|
tanpa mengangkat tangan seperti membentuk hati b. Pijat menyilang dari
tengah dada bayi dengan telapak tangan kearah bahu seperti membentuk kupu –
kupu c. Lakukan gerakan kombinasi
yaitu letakkan kedua tangan ditengah dada bayi dan gerakkan keatas kemudian
disisi luar tubuh dan kembali ke ulu hati tanpa mengangkat tangan seperti
membentuk hati dan pijat menyilang dari tangan kearah bahu seperti membentuk
kupu – kupu |
|
|
|
|
|
|
3.Tangan a. Metode India Pijat tangan bayi dari bahu kepergelangan tangan b. Metode swedia Pijat tangan bayi dari pergelangan tangan ke bahu c. Peganglah lengan bayi
dengan kedua telapak tangan, dengan gerakan seperti memerah dari bahu
kepergelangan tangan d. Pijat telapak tangan
bagian atas bayi e. Pijat telapak tangan
bagian bawah bayi f. Tarik lembut jari – jari
bayi dengan gerakan memutar g. Pijat seluruh permukaan
telapak tangan dan punggung tangan bayi h. Gunakan kedua telapak
tangan anda untuk membuat gerakan seperti menggulung pada lengan bayi dari
atas kebawah |
5 |
|
|
|
|
|
4.Perut a. Lakukan gerakan memijat
diatas perut bayi seperti mengayun dari atas kearah bawah b. Angkat kedua tangan bayi
dan tekukkan lutut perlahan – lahan kearah perut c. Tangan kanan diatas,
tangan kiri dibawah dan berputar mengikuti arah jarum jam membentuk lingkaran
penuh seperti bunga matahari d. I LOVE YOU 1. ―I‖ Membentuk huruf ―I‖
melalui usapan dari bagian kiri keatas kebawah dengan menggunakan jari – jari
kanan seolah – olah membentuk I 2. ―LOVE‖ Bentuk huruf L terbalik
dengan melakukan pemijatan kanan atas perut bayi kekiri, kebawah, dan
berakhir diperut kiri bawah 3. ―YOU‖ Membentuk huruf U
terbalik dimulai kanan bawah keatas, kemudian kekiri, kebawah dan berakhir
diperut kiri bawah e. Pijat seperti berjalan
dari kiri kekanan dengan jemari |
5 |
|
|
|
|
|
5. KAKI a. Metode India Pijat kaki bayi dari pangkal paha kepergelangan kaki b. Metode swedia |
5 |
|
|
|
|
|
Pijat kaki bayi dari pergelangan kaki kepangkal paha c. Peganglah kaki bayi
dengan kedua telapak kaki, dengan gerakan seperti memerah dari pangkal paha
kepergelangan kaki d. Pijatlah telapak kaki
bagian bawah e. Pijatlah telapak kaki
bayi bagian atas f. Tarik lembut jari – jari
bayi dengan gerakan memutar g. Pijat seluruh permukaan
telapak kaki dan punggung kaki h. Gunakan kedua telapak
tangan anda untuk membuat gerakan
seperti menggulung pada kaki bayi dari atas kebawah |
|
|
|
|
|
|
6.PUNGGUNG a. Pijat bayi dengan gerakan
maju mundur menggunakan kedua telapak tangan disepanjangn punggungnya b. Luncurkan salah satu
telapak tangan dari leher hingga pantat bayi dengan sedikit kekanan c. Buat gerakan melingkar
dengan jari – jari anda terutama pada otot disebelah tulang punggung d. Buatlah pijatan memanjang
dengan telapak tangan dari leher kekakinya untuk mengkhiri pijatan |
4 |
|
|
|
|
|
7.Teknik a. Melaksanakan tindakan
secara sistematis dan berurutan b. Memberikan perhatian
terhadap respon pasien c. Melaksanakan tindakan
dengan percaya diri dan tidak ragu – ragu |
2
|
|
|
|
|
|
8.Merapikan bayi dan memakaikan kembali pakaian bayi |
1 |
|
|
|
|
|
9.Memberikan bayi kepada ibu untuk disusui |
1 |
|
|
|
|
|
10.Merapikan alat, ruangan dan melakukan pendokumentasian |
1 |
|
|
|
|
PERTEMUAN KE
VI DAN VII
FORMULIR KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN
|
Kuesioner Praskrining untuk Bayi 3 bulan 1.
Pada
waktu bayi telentang, apakah masing-masing lengan dan tungkai bergerak dengan
mudah? Jawab TIDAK bila salah satu atau kedua tungkai atau lengan bayi
bergerak tak terarah/tak terkendali. 2.
Pada
waktu bayi telentang apakah ia melihat clan menatap wajah anda? 3. Apakah bayi dapat mengeluarkan suara-suara lain (ngoceh), dr4wsq |
Kuesioner Praskrining untuk Anak 21 bulan
1.
Tanpa
berpegangan atau menyentuh lantai, apakah anak dapat membungkuk untuk memungut
mainan di lantai dan kemudian berdiri kembali?
2.
Apakah
anak dapat menunjukkan apa yang diinginkannya tanpa menangis atau merengek?
Jawab YA bila ia menunjuk, menarik atau mengeluarkan suara yang menyenangkan.
3.
Apakah
anak dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa jatuh atau terhuyung-huyung?
4.
Apakah
anak dapat mengambil benda kecil seperti kacang, kismis, atau potongan biskuit
dengan menggunakan ibu jari clan jari telunjuk seperti pada gambar ?
5. Jika anda menggelindingkan bola ke anak, apakah ia
menggelindingkan/melemparkan kembali bola pada anda?
6. Apakah anak dapat memegang sendiri cangkir/gelas clan minum dari tempat
tersebut tanpa tumpah?
7. Jika anda sedang melakukan pekerjaan rumah tangga, apakah anak meniru
apa yang anda lakukan?
8.
Apakah
anak dapat meletakkan satu kubus di atas Gerak halus Ya Tida kubus yang lain
tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran 2.5-5.0 cm 9.Apakah
anak dapat mengucapkan paling sedikit 3 kata yang mempunyai arti selain
―papa‖ dan ―mama‖?.
10.Apakah anak dapat berjalan mundur 5 langkah atau lebih tanpa
kehilangan keseimbangan? (Anda mungkin dapat melihatnya ketika anak menarik
mainannya)
Kuesioner
Praskrining untuk Anak 24 bulan
1. Jika anda sedang melakukan pekerjaan rumah tangga, apakah anak meniru
apa yang anda lakukan?
2. Apakah anak dapat meletakkan 1 buah kubus di atas kubus yang lain tanpa
menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran 2.5 — 5 cm.
3. Apakah anak dapat mengucapkan paling sedikit 3 kata yang mempunyai arti
selain "papa" clan "mama"?
4. Apakah anak dapat berjalan
mundur 5 langkah atau lebih
tanpa kehilangankeseimbangan?
(Anda mungkin dapat melihatnya ketika anak menarik mainannya).
5. Dapatkah anak melepas pakaiannya seperti: baju, rok, atau celananya?
(topi clan kaos kaki tidak ikut dinilai).
6. Dapatkah anak berjalan naik tangga sendiri? Jawab YA jika ia naik tangga
dengan posisi tegak atau berpegangan pada dinding atau pegangan tangga. Jawab
TIDAK jika ia naik tangga dengan merangkak atau anda tidak membolehkan anak
naik tangga atau anak harus berpegangan pada seseorang.
7. Tanpa bimbingan, petunjuk atau bantuan anda, dapatkah anak menunjuk
dengan benar paling sedikit satu bagian badannya (rambut, mata, hidung, mulut,
atau bagian badan yang lain)?
8. Dapatkah anak makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah?
9. Dapatkah anak membantu memungut mainannya sendiri atau membantu
mengangkat piring jika diminta?
Kuesioner Praskrining untuk Anak 30 bulan
1. Dapatkah anak melepas pakaiannya seperti: baju, rok, Sosialisasi &
atau celananya? (topi clan kaos kaki tidak ikut dinilai)
2. Dapatkah anak berjalan naik tangga sendiri? Jawab YA jika ia naik tangga
dengan posisi tegak atau berpegangan pada Binding atau pegangan tangga. Jawab
TIDAK jika ia naik tangga dengan merangkak atau anda tidak membolehkan anak
naik tangga atau anak harus berpegangan pada seseorang.
3. Tanpa bimbingan, petunjuk atau bantuan anda, dapatkah anak menunjuk
dengan benar paling seclikit satu bagian badannya (rambut, mata, hidung, mulut,
atau bagian badan yang lain)?
4. Dapatkah anak makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah?
5. Dapatkah anak membantu memungut mainannya sendiri atau membantu mengangkapiring jika diminta?
6. Dapatkah anak menendang bola kecil (sebesar bola tenis) Gerak kasar ke depan tanpa berpegangan pada apapun? Mendorong tidak ikut dinilai.
7. Bila diberi pensil, apakah anak mencoret-coret kertas tanpa bantuan/petunjuk?
8. Dapatkah anak meletakkan 4 buah kubus satu persatu di atas kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran 2.5 – 5 cm.
9. Dapatkah anak menggunakan 2 kata pada saat berbicara seperti ―minta minum‖, ―mau tidur‖?―Terimakasih‖ dan ―Dadag‖ tidak ikut dinilai.
10. Apakah anak dapat menyebut 2 diantara gambar-gambar ini tanpa bantuan?
Kuesioner Praskrining untuk Anak 36 bulan
1. Bila
diberi pensil, apakah anak mencoret-coret kertas tanpa bantuan/petunjuk?
2. Dapatkah
anak meletakkan 4 buah kubus satu persatu di atas kubus yang lain tanpa
menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran 2.5 – 5 cm.
3. Dapatkah
anak menggunakan 2 kata pada saat berbicara seperti ―minta minum‖; ―mau tidur‖?
―Terimakasih‖ dan ―Dadag‖ tidak ikut dinilai.
5. Dapatkah
anak melempar bola lurus ke arah perut atau dada anda dari jarak 1,5
meter?
6. Ikuti
perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan telunjuk atau mata
pada saat memberikan perintah berikut ini: ―Letakkan kertas ini di lantai‖.
―Letakkan kertas ini di kursi‖.
―Berikan kertas ini kepada ibu‖.
Dapatkah anak melaksanakan ketiga perintah tadi?
7.
Buat
garis lurus ke bawah sepanjang sekurangkurangnya 2.5 cm. Suruh anak menggambar
garis lain di samping garis tsb.
8. Letakkan
selembar kertas seukuran buku di lantai. Apakah anak dapat melompati bagian
lebar kertas dengan mengangkat kedua kakinya secara bersamaan tanpa didahului
lari?
9. Dapatkah
anak mengenakan sepatunya sendiri?
10. Dapatkah
anak mengayuh sepeda roda tiga sejauh sedikitnya 3 meter?
Kuesioner Praskrining untuk Anak 42 bulan
1. Dapatkah
anak mengenakan sepatunya sendiri?
2. Dapatkah
anak mengayuh sepeda rods tiga sejauh sedikitnya 3 meter?
3. Setelah
makan, apakah anak mencuci clan mengeringkan tangannya dengan balk sehingga
anda ticlak perlu mengulanginya?
4. Suruh
anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya clan
beri anak anda kesempatan melakukannya 3 kali. Dapatkah ia mempertahankan
keseimbangan dalam waktu 2 detik atau lebih?
5. Letakkan
selembar kertas seukuran buku ini di lantai. Apakah anak dapat melompati
panjang kertas ini dengan mengangkat kedua kakinya secara bersamaan tanpa
didahului lari?
7. Dapatkah
anak meletakkan 8 buah kubus satu persatu di atas yang lain tanpa menjatuhkan
kubus tersebut?
Kubus yang digunakan ukuran 2.5 – 5 cm.
8. Apakah
anak dapat bermain petak umpet, ular naga atau permainan lain dimana ia ikut
bermain clan mengikuti aturan bermain?
9. Dapatkah
anak mengenakan celana panjang, kemeja, baju atau kaos kaki tanpa di bantu?
(Tidak termasuk kemandirian memasang kancing, gesper atau ikat pinggang)
Kuesioner
Praskrining untuk Anak 48 bulan
1.
Dapatkah
anak mengayuh sepeda roda tiga sejauh sedikitnya 3 meter?
2.
Setelah
makan, apakah anak mencuci dan mengeringkan tangannya dengan baik sehingga anda
tidak perlu mengulanginya?
3.
Suruh
anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya dan beri
anak anda kesempatan melakukannya 3 kali. Dapatkah ia mempertahankan
keseimbangan dalam waktu 2 detik atau lebih?
4.
Letakkan
selembar kertas seukuran buku ini di lantai. Apakah anak dapat melompati
panjang kertas ini dengan mengangkat kedua kakinya secara bersamaan tanpa
didahului lari?
5.
Jangan
membantu anak dan jangan menyebut lingkaran. Suruh anak menggambar seperti
contoh ini di kertas kosong yang tersedia. Dapatkah anak menggambar lingkaran?
6.
Dapatkah
anak meletakkan 8 buah kubus satu persatu di atas yang lain tanpa menjatuhkan
kubus tersebut?
Kubus
yang digunakan ukuran 2.5 – 5 cm.
7.
Apakah
anak dapat bermain petak umpet, ular naga atau permainan lain dimana ia ikut
bermain dan mengikuti aturan bermain?
8.
Dapatkah
anak mengenakan celana panjang, kemeja, baju atau kaos kaki tanpa di bantu?
(Tidak termasuk memasang kancing, gesper atau ikat pinggang)
9.
Dapatkah
anak menyebutkan nama lengkapnya tanpa dibantu? Jawab TIDAK jika ia hanya
menyebutkan sebagian namanya atau ucapannya sulit dimengerti.
Kuesioner
Praskrining untuk Anak 54 bulan
1.
Dapatkah
anak meletakkan 8 buah kubus satu persatu di atas yang lain tanpa menjatuhkan
kubus tersebut? Kubus yang digunakan ukuran 2-5 – 5 cm.
2.
Apakah
anak dapat bermain petak umpet, ular naga atau permainan lain dimana ia ikut
bermain dan mengikuti aturan bermain?
3.
Dapatkah
anak mengenakan celana panjang, kemeja, baju atau kaos kaki tanpa di bantu?
(Tidak termasuk memasang kancing, gesper atau ikat pinggang)
4.
Dapatkah
anak menyebutkan nama lengkapnya tanpa dibantu? Jawab TIDAK jika ia hanya
menyebut sebagian namanya atau ucapannya sulit dimengerti.
5.
Isi
titik-titik di bawah ini dengan jawaban anak. Jangan membantu kecuali
mengulangi pertanyaan.
"Apa
yang kamu lakukan jika kamu kedinginan?"
"Apa
yang kamu lakukan jika kamu lapar?"
"Apa
yang kamu lakukan jika kamu lelah?"
Jawab YA
biia anak merjawab ke 3 pertanyaan tadi dengan benar, bukan dengan gerakan atau
isyarat.
Jika kedinginan, jawaban yang benar adalah "menggigil"
,"pakai mantel‘ atau "masuk kedalam rumah‘.
Jika lapar, jawaban yang benar adalah "makan"
Jika lelah, jawaban yang benar adalah "mengantuk",
"tidur", "berbaring/tidur-tiduran", "istirahat"
atau "diam sejenak"
6.
Apakah
anak dapat mengancingkan bajunya atau pakaian boneka?
8.
Jangan
mengoreksi/membantu anak. Jangan menyebut kata "lebih panjang".
Perlihatkan gambar kedua garis ini pada anak. Tanyakan: "Mana garis yang lebih
panjang?"
Minta anak menunjuk garis yang lebih panjang.
Setelah anak menunjuk, putar lembar ini dan ulangi pertanyaan
tersebut.
Setelah anak menunjuk, putar lembar ini lagi dan ulangi pertanyaan
tadi. Apakah anak dapat menunjuk garis
yang lebih panjang sebanyak 3 kali dengan benar?
9.
Jangan
membantu anak dan jangan memberitahu nama gambar ini, suruh anak menggambar
seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia. Berikan 3 kali kesempatan.
Apakah anak dapat menggambar seperti contoh ini?
10. Ikuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan
telunjuk atau mats pads saat memberikan perintah berikut ini: "Letakkan
kertas ini di atas lantai".
"Letakkan kertas ini di bawah kursi".
"Letakkan
kertas ini di belakang kamu"
Jawab YA
hanya jika anak mengerti arti "di atas", "di bawah",
"di depan" dan "di belakang‖
Kuesioner
Praskrining untuk Anak 60 bulan
1.
Isi
titik-titik di bawah ini dengan jawaban anak. Jangan membantu kecuali
mengulangi pertanyaan.
―Apa yang
kamu lakukan jika kamu kedinginan?‖
―Apa yang
kamu lakukan jika kamu lapar?‖
―Apa yang
kamu lakukan jika kamu lelah?‖
Jawab YA
biia anak merjawab ke 3 pertanyaan tadi dengan benar, bukan dengan gerakan atau
isyarat.
Jika
kedinginan, jawaban yang benar adalah ―menggigil‖ ,‖pakai mantel‘ atau ―masuk
kedalam rumah‘.
Jika
lapar, jawaban yang benar adalah ―makan‖
Jika
lelah, jawaban yang benar adalah ―mengantuk‖, ―tidur‖,
―berbaring/tidurtiduran‖, ―istirahat‖ atau ―diam sejenak‖
2.
Apakah
anak dapat mengancingkan bajunya atau pakaian boneka?
3.
Suruh
anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya dan beri
anak ands kesempatan melakukannya 3 kali. Dapatkah ia mempertahankan
keseimbangan dalam waktu 6 detik atau lebih?
4.
Jangan
mengoreksi/membantu anak. Jangan menyebut kata ―lebih panjang‖.
|
Perlihatkan gambar kedua garis ini pada anak. Tanyakan: ―Mana garis
yang lebih panjang?‖ Minta anak menunjuk garis
yang lebih panjang. Setelah anak menunjuk,
putar lembar ini dan ulangi pertanyaan tersebut. Setelah anak menunjuk, putar lembar ini lagi dan ulangi pertanyaan
tadi. Apakah anak dapat menunjuk garis yang lebih panjang sebanyak 3 kali
dengan benar? 5.
6.
Ikuti
perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan telunjuk atau mats
pads saat memberikan perintah berikut ini: ―Letakkan kertas ini di atas
lantai‖. ―Letakkan kertas ini di bawah kursi‖. ―Letakkan kertas ini di depan
kamu‖ ―Letakkan
kertas ini di belakang kamu‖ Jawab
YA hanya jika anak mengerti arti ―di atas‖, ―di bawah‖, ―di depan‖ dan ―di
belakang‖ 7.
Apakah
anak bereaksi dengan tenang dan tidak rewel (tanpa menangis atau menggelayut
pada anda) pada saat anda meninqgalkannya? 8.
Jangan
menunjuk, membantu atau membetulkan, katakan pada anak : ―Tunjukkan segi
empat merah‖ ―Tunjukkan segi empat
kuning‖ ‗Tunjukkan segi empat
biru‖ ―Tunjukkan segi empat hijau‖ Dapatkah
anak menunjuk keempat warna itu dengan benar? 9.
Suruh
anak melompat dengan satu kaki beberapa kali tanpa berpegangan (lompatan
dengan dua kaki tidak ikut dinilai). Apakah ia dapat melompat 2-3 kali dengan
satu kaki? 10.
Dapatkah
anak sepenuhnya berpakaian sendiri tanpa bantuan? Kuesioner Praskrining untuk Anak 66 bulan 1.Jangan membantu anak dan jangan memberitahu nama gambar ini, suruh
anak menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia. Berikan 3
kali kesempatan. Apakah anak dapat menggambar seperti contoh ini? |
|
|
2. Ikuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan
telunjuk atau mats pads saat memberikan perintah berikut ini: "Letakkan
kertas ini di atas lantai".
"Letakkan kertas ini di bawah kursi". "Letakkan kertas ini
di depan kamu" "Letakkan kertas ini
di belakang kamu" Jawab YA hanya jika anak
mengerti arti "di atas", "di bawah", "di depan"
dan "di belakang‖ 3. Apakah anak bereaksi dengan tenang dan tidak rewel (tanpa menangis
atau menggelayut pada anda) pada saat anda meninqgalkannya? 4. Jangan menunjuk, membantu atau membetulkan, katakan pada anak : "Tunjukkan segi
empat merah" "Tunjukkan segi empat kuning" ‗Tunjukkan segi empat
biru‖ "Tunjukkan segi
empat hijau" Dapatkah anak menunjuk
keempat warna itu dengan benar? 5. Suruh anak melompat dengan satu kaki beberapa kali tanpa berpegangan
(lompatan dengan dua kaki tidak ikut dinilai). Apakah ia dapat melompat 2-3
kali dengan satu kaki? 6. Dapatkah anak sepenuhnya berpakaian sendiri tanpa bantuan? 7. Suruh anak menggambar di tempat kosong yang tersedia. Katakan padanya:
"Buatlah gambar orang". Jangan memberi perintah lebih dari itu. Jangan bertanya/ mengingatkan
anak bila ada bagian yang belum tergambar. Dalam memberi nilai, hitunglah
berapa bagian tubuh yang tergambar. Untuk bagian tubuh yang berpasangan
seperti mata, telinga, lengan dan kaki, setiap pasang dinilai satu bagian.
Dapatkah anak menggambar sedikitnya 3 bagian tubuh? 8. Pada gambar orang yang dibuat pada nomor 7, dapatkah anak menggambar
sedikitnya 6 bagian tubuh? 9. Tulis apa yang dikatakan anak pada kalimat-kalimat yang belum selesai
ini, jangan membantu kecuali mengulang pertanyaan: "Jika kuda besar maka tikus ………
"Jika api panas maka es ………
"Jika ibu seorang
wanita maka ayah seorang ……… Apakah anak menjawab
dengan benar (tikus kecil, es dingin, ayah seorang pria) ? 10. Apakah anak dapat menangkap bola kecil sebesar bola tenis/bola kasti
hanya dengan menggunakan kedua tangannya? (Bola besar tidak ikut
dinilai). |
|
|
|
Kuesioner Praskrining untuk Anak 72 bulan 1.
Jangan
menunjuk, membantu atau membetulkan, katakan pada anak : ―Tunjukkan segi empat
merah‖ ―Tunjukkan segi empat
kuning‖ ―Tunjukkan segi empat
biru‖ ―Tunjukkan
segi empat hijau‖ Dapatkah
anak menunjuk keempat warna itu dengan benar?
2.
Suruh
anak melompat dengan satu kaki beberapa kali tanpa berpegangan (lompatan
dengan dua kaki tidak ikut dinilai). Apakah ia dapat melompat 2-3 kali dengan
satu kaki? 3.
Dapatkah
anak sepenuhnya berpakaian sendiri tanpa bantuan? 4.
Suruh
anak menggambar di tempat kosong yang tersedia. Katakan padanya:
"Buatlah gambar orang". Jangan memberi perintah
lebih dari itu. Jangan bertanya/ mengingatkan anak bila ada bagian yang belum
tergambar. Dalam memberi nilai, hitunglah berapa bagian tubuh yang tergambar.
Untuk bagian tubuh yang berpasangan seperti mata, telinga, lengan dan kaki,
setiap pasang dinilai satu bagian. Dapatkah anak menggambar sedikitnya 3
bagian tubuh? 5.
Pada
gambar orang yang dibuat pads nomor 7, dapatkah anak menggambar sedikitnya 6
bagian tubuh? 6.
Tulis
apa yang dikatakan anak pada kalimat-kalimat yang belum selesai ini, jangan
membantu kecuali mengulang pertanyaan:
"Jika
kuda besar maka tikus "Jika
api panas maka es "Jika
ibu seorang wanita maka ayah seorang
Apakah
anak menjawab dengan benar (tikus kecil, es dingin, ayah seorang pria) ? 7.
Apakah
anak dapat menangkap bola kecil sebesar bola tenis/bola kasti hanya dengan
menggunakan kedua tangannya? (Bola besar tidak ikut dinilai). 8.
Suruh
anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya clan beri anak ands kesempatan
melakukannya 3 kali. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 11
detik atau lebih? 9.
Jangan
membantu anak clan jangan memberitahu nama gambar ini, Suruh anak menggambar
seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia- Berikan 3 kali
kesempatan. Apakah
anak dapat menggambar seperti contoh ini?
|
|
|
|
10. |
|
|
|
lsi titik |
|
- |
|
titik di bawah ini dengan jawaban anak. Jangan membantu kecuali mengulangi |
|
pertanyaan sampai 3 kali bila anak menanyakannya. |
|
|
|
"Sendok dibuat dari apa? |
|
" |
|
|
|
|
|
|
|
"Sepatu dibuat dari apa?" |
|
|
|
|
|
|
|
"Pintu dibuat dari apa?" |
|
|
|
|
|
|
|
Apakah anak dapat menjawab ke 3 pertanyaan di atas dengan benar? Sendok dibuat |
|
dari besi, baja, plastik, kayu. |
|
|
|
Sepatu dibuat dari kulit, karet, kain, plastik, kayu. |
|
|
|
Pintu dibuat dari kayu, |
|
besi, kaca. |
Bila jawaban ‗ya‘ berjumlah
9-10, berarti anak normal sesuai tahap perkembangan.
Jawaban ‗ya‘ berarti anak bisa, pernah, sering atau kadang-kadang
melakukan. Bila jawaban ‗ya‘ kurang dari 9 perlu diteliti tentang: Cara
menghitung usia dan kelompok pertanyaannya, apakah sudah sesuai. Kesesuaian
jawaban orang tua dengan maksud pertanyaan.
Apabila ada kesalahan, maka pemeriksaan harus diulang. Bila setelah
diteliti, jawaban ‗ya‘ berjumlah 7-8 berarti meragukan dan perlu diperiksa
ulang 2 minggu kemudian dengan pertanyaan yang sama. Jika jumlah jawaban tetap
sama, kemungkinan ada penyimpangan.
Bila jawaban ‗ya‘ berjumlah 6 atau kurang
berarti ada penyimpangan. Anak perlu dirujuk ke rumah sakit untuk keperluan
pemeriksaaan lebih lanjut.
b.Test daya Lihat (TDL)
Tes ini merupakan alat untuk memeriksa ketajaman daya lihat serta
kelainan mata. Tujuan tes ini untuk mendeteksi secara dini adanya kelainan daya
lihat pada usia prasekolah, sehingga bila ada penyimpangan dapat segera
ditangani. Dengan demikian kesempatan untuk memperoleh ketajaman daya lihat
menjadi lebih besar. Tes ini dilakukan tiap 6 bulan pada anak prasekolah umur
36-72 bulan, dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan, guru TK / PAUD terlatih dan
petugas terlatih lainnya.
Untuk melakukan tes daya lihat, diperlukan ruangan yang bersih dan
tenang serta dengan penyinaran yang baik, kursi untuk anak dan pemeriksa, alat
penunjuk dan alat ‗kartu E‘ yang digantungkan setinggi anak duduk. ‗Kartu E‘
ini berisi huruf E yang terdiri dari 4 baris, yang mana baris pertama huruf E
berukuran paling besar kemudian berangsur-angsur mengecil pada baris keempat.
Jarak antara ‗kartu E‘ dan anak sekitar 3 meter.
Secara normal, anak dapat melihat huruf E pada baris ketiga. Apabila
anak tidak dapat melihat huruf E pada baris ketiga, maka perlu dirujuk untuk
mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Kemungkinan anak mengalami gangguan daya
lihat. Selain tes daya lihat, anak juga
perlu diperiksa kesehatan matanya. Perlu ditanyakan dan diperiksa adakah:
Keluhan seperti mata gatal, panas, penglihatan kabur, pusing. Perilaku seperti
sering menggosok mata, membaca terlalu dekat, sering mengedip-kedipkan mata.
Kelainan mata seperti bercak bitot, juling, mata merah dan keluar air. Bila
ditemukan satu atau lebih kelainan di atas, maka anak perlu dirujuk.
Jadwal tes daya lihat dilakukan setiap 6 bulan pada anak usia prasekolah
umur 36 sampai 72 bulan. Tes ini dilaksanakan oleh tenaga kesehatan, guru TK,
tenaga PADU dan petugas terlatih lainnya.
Alat/sarana
yang diperlukan adalah:
o Ruangan yang bersih, tenang dengan penyinaran yang baik oDua buah kursi, 1 untuk
anak, 1 untuk pemeriksa.
o Poster ―E‖ untuk digantung dan kartu ―E‖ untuk dipegang anak. oAlat penunjuk.
o Cara melakukan tes daya lihat : oPilih suatu ruangan yang
bersih dan tenang, dengan penyinaran yang baik.
o Gantungkan poster ―E‖ setinggi mata anak pada posisi duduk. oLetakkan sebuah kursi
sejauh 3 meter dari poster ―E‖, menghadap ke poster ―E‖. oLetakkan sebuah kursi lainnya di samping poster ―E‖ untuk pemeriksa.
o Pemeriksa memberikan kartu ‖E‖ pada anak.. Latih anak dalam mengarahkan
kartu ‖E‖ menghadap atas, bawah, kiri dan kanan; sesuai yang ditunjuk pada
poster ‖E‖ oleh pemeriksa. Beri pujian setiap kali anak mau melakukannya.
Lakukan hal ini sampai anak dapat mengarahkan kartu ‖E‖ dengan benar.
o Selanjutnya, anak diminta menutup sebelah matanya dengan buku/kertas.
o Dengan alat penunjuk, tunjuk huruf ‖E pada poster, satu persatu, mulai
baris pertama sampai baris keempat atau baris ‖E‖ terkecil yang masih dapat dilihat.
o Puji anak setiap kali dapat mencocokkan posisi kartu ‖E‖ yang
dipegangnya dengan huruf ‖E‖ pada
poster. oUlangi pemeriksaan tersebut pada mata satunya dengan cara yang sama.
o Tulis baris ‖E‖ terkecil yang masih dapat dilihat, pada kertas yang
telah disediakan :
Mata kanan : …………. Mata kiri : …………
o Interpretasi:
Anak
prasekolah umumnya tidak mengalami kesulitan melihat sampai baris ketiga pada
poster ‖E‖. Bila kedua matan anak tidak dapat melihat baris ketiga poster ‖E‖,
artinya tidak dapat mencocokkan arah kartu ―E‖ yang dipegangnya dengan arah ―E‖
pada baris ketiga yang ditunjuk oleh
pemeriksa, kemungkinan anak mengalami gangguan daya lihat.
o Intervensi:
Bila
kemungkinan anak mengalami gangguan daya lihat, minta anak datang lagi untuk
pemeriksaan ulang. Bila pada pemeriksaa berikutnya, anak tidak dapat melihat
sampai baris yang sama, atau tidak dapat melihat baris yang sama dengan kedua
matanya, rujuk ke Rumah Sakit dengan menuliskan mata yang mengalami gangguan
(kanan, kiri atau keduanya).
c. Test Daya Dengar (TDD)
Tanpa pendengaran yang baik, anak tidak dapat belajar berbicara atau
mengikuti pelajaran sekolah dengan baik. Oleh karena itu perlu deteksi secara
dini fungsi pen- dengaran anak, sehingga kemampuan pendengaran dan bicara anak
dapat berkembang dengan baik. Tujuan TDD adalah untuk menemukan gangguan
pendengaran secara dini, agar segara dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan
kemampuan daya dengar dan bicara anak. Tes TDD dapat dilakukan tiap 3 bulan
pada bayi < 12 bulan dan tiap 6 bulan pada anak > 12 bulan oleh tenaga
kesehatan, guru TK / PAUD terlatih dan petugas terlatih lainnya.
Peralatan yang diperlukan adalah intrumen untuk TDD sesuai usia anak,
gambar binatang (ayam, anjing, kucing) dan manusia, mainan (boneka, kubus,
sendok, cangkir dan bola).
Tes Daya Dengar ini berupa pertanyaan-pertanyaan yang disesuaikan dengan
kelompok usia anak. Jawaban ‗ya‘ jika menurut orang tua/pengasuh, anak dapat
melakukan perintah dan jawaban ‗tidak‘ jika anak tidak dapat atau tidak mau
melakukan perintah. Jika anak dibawah 12 bulan, pertanyaan ditujukan untuk
kemampuan 1 bulan terakhir. Setiap pertanyaan perlu dijawab ‗ya.‘ Apabila ada
satu atau lebih jawaban
‗tidak‘, berarti pendengaran anak tidak normal, sehingga perlu
pemeriksaan lebih lanjut.
INSTRUMEN TES DAYA DENGAR MENURUT UMUR ANAK
|
Umur 0 - 6 bulan : |
|
|
|
1.Pada
waktu bayi tidur kemudian anda berbicara atau membuat kegaduhan, apakah bayi
akan bergerak atau terbangun dari tidurnya ? |
Ya |
Tidak |
|
2.Pada
waktu bayi tidur telentang dan anda duduk di dekat kepala bayi pada posisi yang tidak terlihat oleh bayi,
kemudian anda bertepuk tangan dengan keras, apakah bayi terkejut atau
mengerdipkan matanya atau menegangkan tubuh sambil mengangkat kaki tangannya
ke atas ? |
Ya |
Tidak |
|
3.Apabila
ada suara nyaring (misal suara batuk, salak anjing, piring jatuh ke lantai
dan lain-lainnya), apakah bayi terkejut atau terlompat ? |
Ya |
Tidak |
|
Umur 6 - 9 bulan : |
|
|
|
1.Pada
waktu bayi sedang tidur, kemudian anda berbicara atau membuat kegaduhan,
apakah bayi akan bergerak atau terbangun dari tidurnya ? |
Ya |
Tidak |
|
2.Pada
waktu bayi tidur telentang dan anda duduk di dekat kepala bayi pada posisi yang tidak terlihat oleh bayi,
kemudian anda bertepuk tangan dengan keras, apakah bayi terkejut atau
mengerdipkan matanya atau menegangkan tubuh sambil mengangkat kaki tangannya
ke atas ? |
Ya |
Tidak |
|
3.Apabila
ada suara nyaring (suara batuk, salak anjing, piring jatuh ke lantai dan
lain-lainnya), apakah bayi terkejut atau terlompat ? |
Ya |
Tidak |
|
4.Anda
berada di sisi yang tidak terlihat oleh bayi, sebut namanya atau bunyikan
sesuatu, apakah bayi memalingkan kepala mencari sumber suara ? |
Ya |
Tidak |
|
Umur 9 - 12 bulan : |
|
|
|
1.Pada
waktu bayi tidur, kemudian anda berbicara atau membuat kegaduhan, apakah bayi
akan bergerak atau terbangun dari tidurnya ? |
Ya |
Tidak |
|
2.Pada
waktu bayi telentang dan anda duduk di dekat kepalanya pada posisi yang tidak
terlihat bayi, kemudian anda tepuk tangan dengan keras. Apakah bayi terkejut
atau mengerdipkan matanya atau menegangkan tubuh sambil mengangkat kaki
tangannya ke atas ? |
Ya |
Tidak |
|
3.Apabila
ada suara nyaring (suara batuk, salak anjing, piring jatuh ke lantai dan
lain-lainnya), apakah bayi terkejut atau terlompat? |
Ya |
Tidak |
|
4.Anda
berada di samping atau belakang bayi dan tidak terlihat oleh bayi, sebutkan
namanya atau bunyikan sesuatu, apakah bayi langsung memalingkan kepala ke
arah sumber suara tersebut di samping atau belakangnya ? |
Ya |
Tidak |
|
Umur 12 - 24 bulan : |
|
|
|
1.Pada
waktu anak tidur kemudian anda berbicara atau membuat kegaduhan, apakah anak
akan bergerak atau terbangun dari tidurnya ? |
Ya |
Tidak |
|
2.Pada
waktu anak tidur telentang dan anda duduk di dekat kepala anak pada posisi yang tidak terlihat oleh anak,
kemudian anda bertepuk tangan dengan keras, apakah anak terkejut atau
mengerdipkan matanya atau menegangkan tubuh sambil mengangkat kaki tangannya
ke atas ? |
Ya |
Tidak |
|
3.Apabila
ada suara nyaring (misal suara batuk, salak anjing, piring jatuh ke lantai
dan lain-lainnya), apakah anak terkejut |
Ya |
Tidak |
|
atau terlompat ? |
|
|
|
4.Tanpa
terlihat oleh anak. buat suara yang menarik perhatian anak, apakah anak
langsung mengetahui posisi anda sebagai
sumber suara yang berpindah-pindah ? |
Ya |
Tidak |
|
5.Ucapkan
kata-kata yang mudah dan sederhana, dapatkah anak menirukan anda ? |
Ya |
Tidak |
|
Umur 2 – 3 tahun: |
|
|
|
1.Tutup
mulut anda dengan buku/kertas, tanpa melihat gerakan bibir anda, tanyakan
pada anak: ―Pegang matamu―, ―Pegang kakimu‖. Apakah anak memegang mata dan
kakinya dengan benar ? |
Ya |
Tidak |
|
2.Pilih
gambar dari majalah/buku bergambar. Tutup mulut anda dengan buku/kertas,
tanpa melihat gerakan bibir anda, tanyakan pada anak: ―Tunjukkan gambar
kucing (atau anjing, kuda, mobil, orang rumah, bunga, dan sebagainya)?‖
Dapatkah anak menunjukkan gambar yang dimaksud dengan benar ? |
Ya |
Tidak |
|
3.Tutup mulut anda dengan
buku/kertas, tanpa melihat gerakan bibir anda, perintahkan anak untuk
mengerjakan sesuatu seperti: ―Berikan boneka itu
kepada saya―, ―Taruh kubus-kubus ini di atas meja/kursi‖, dan sebagainya.
Apakah anak dapat mengerjakan perintah tersebut dengan benar ? |
Ya |
Tidak |
|
Umur lebih dari 3 tahun : |
|
|
|
1.Perlihatkan
benda-benda yang ada di sekeliling anak seperti sendok, cangkir, bola, bunga
dan sebagainya. Suruh anak menyebutkan nama benda-benda tersebut. Apakah anak
dapat menyebutkan nama benda-benda tersebut dengan benar ? |
Ya |
Tidak |
|
2.Suruh
anak duduk, anda duduk dalam jarak 3 meter di depan anak. Suruh anak
mengulangi angka-angka yang telah anda ucapkan: ―Empat‖, ―Satu‖, ―Delapan‖
atau menirukan dengan menggunakan jari tangannya. Kemudian tutup mulut anda
dengan buku/ketas, ucapkan 4 angka yang berlainan. Apakah anak dapat
mengulangi atau menirukan ucapan anda dengan menggunakan jari tangannya ?
(Anda dapat mengulanginya dengan suara yang lebih keras |
Ya |
Tidak |
DENVER DEVELOPMENT SCREENING TEST (DDST) II
DDST adalah kegiatan atau pemeriksaan untuk menentukan secara dini
adanya penyimpangan tumbuh kembang pada balita dan anak prasekolah. DDST
merupakan salah satu metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak, tes
ini bukanlah tes diagnostic atau tes IQ.
Pada tahun 1986, Borrowitz menunjukkan bahwa DDST tidak dapat
mengidentifikasikan lebih dari separuh anak dengan kelainan bicara dan membuat
revisi dan standarisasi kembali DDST dan menambah tugas perkembangan pada
sector bahasa. Hasil revisi DDST selanjutnya dinamakan DDST II yang terdiri
atas 125 butir dan terdiri dari 4 bagian yaitu:
1. Personal sosial
2. Kemampuan motorik halus, yaitu koordinasi mata dan tangan dalam
memanipulasi benda kecil atau pemecahan masalah
3. Bahas, pendengaran, pemahaman dan penggunaan bahasa
Motorik kasar, duduk, berjalan
|
A. |
Sikap |
|
|
|
|
|
|
1. |
Teruji menunjukkan rasa empati terhadap
bayi/anak |
1 |
|
|
|
|
|
2. |
Teruji tanggap terhadap reaksi bayi/anak |
1 |
|
|
|
|
|
3. |
Teruji sabar dan teliti |
1 |
|
|
|
|
|
4. |
Teruji komunikatif |
1 |
|
|
|
|
|
B. |
Content / isi |
|
|
|
|
|
|
5. |
Mempersiapkan alat yang diperlukan
•
Lembar formulir DDST II •
Benang wol merah •
Kismis/manik-manik •
Kubus merah, kuning, hijau, biru 8-10
buah •
Boneka kecil dengan botol susu •
Cangkir plastik dengan gagang/pegangan •
Botol kaca bening kecil •
Bola tenis
•
Bel kecil
•
Kertas
•
Pensil warna •
Meja dan kursi •
Meja periksa dengan kasur/selimut untuk
bayi |
1 |
|
|
|
|
|
6. |
Mencuci tangan dengan sabun dan air |
1 |
|
|
|
|
|
7. |
Mempersiapkan ruangan dalam keadaan
nyaman |
1 |
|
|
|
|
|
8. |
Sapa orangtua/pengasuh anak dengan
ramah |
1 |
|
|
|
|
|
9. |
Menjelaskan tujuan dilakukan tes
perkembangan pada orangtua/pengasuh anak
|
2 |
|
|
|
|
|
10. |
Menentukan usia anak pada saat pemeriksaan
( |
3 |
|
|
|
|
|
|
penyesuaian perlu
dilakukan pada kasus prematuritas anak yang lahir sebelum HPL). |
|
|
|
|
|
|
11. |
Menarik garis pada lembar DDST II seusai
dengan usia yang ditentukan. |
1 |
|
|
|
|
|
12. |
Melakukan pengukuran pada anak untuk item-item dalam empat sektor dan
berikan penilaian pada setiap item yang dinilai. |
1 |
|
|
|
|
|
13. |
Melakukan tugas perkembangan untuk tiap
sektor perkembangan dimulai dari sektor yang paling mudah yang terletak di
sebelah kiri garis umur, kemudian dilanjutkan sampai ke kanan garis umur. |
3 |
|
|
|
|
|
14. |
Pada tiap sektor dilakukan minimal 3 tugas perkembangan yang paling
dekat di sebelah kiri garis umur serta tiap tugas perkembangan yang ditembus
garis umur. |
3 |
|
|
|
|
|
15. |
Bila anak tidak mampu melakukan salah satu ujicoba (gagal; menolak;
tidak ada kesempatan), lakukan ujicoba tambahan ke sebelah kiri garis umur
pada sector yang sama sampai anak dapat lulus 3 tugas perkembangan |
3 |
|
|
|
|
|
16. |
Bila anak mampu melakukan salah satu tugas, lakukan tugas tambahan ke
sebelah kanan garis umur pada sektor yang sama sampai anak gagal pada 3 tugas
tambahan perkembangan. |
3 |
|
|
|
|
|
17. |
Melakukan penilaian: Pass/lulus (P) 10.
Anak melakukan tes dengan baik, 11.
Atau ibu/pengasuh memberi laporan (tepat
dan dapat dipercaya bahwa anak dapat melakukannya) Fail/Gagal (P) 1.Anak tidak dapat melakukan tes dengan baik atau ibu/pengasuh memberi
laporan bahwa anak tidak dapat melakukan dengan baik No Opportunity (NO) 1. Anak tidak mempunyai
kesempatan untuk melakukan tes karena ada hambatan. 2. Skor ini hanya boleh
dipakai pada tes dengan tanda R Refusal/ Menolak (R) 1.Anak menolak untuk melakukan tes |
4 |
|
|
|
|
|
18. |
Membuat kesimpulan secara keseluruhan: 1. Normal
1) Tidak ada keterlambatan/delayed (F) atau paling banyak
terdapat 1 caution (C ). 2) Lakukan pemeriksaan pada
control kesehatan berikutnya sesuai jadwal
2. Suspek
1) Jika didapatkan ≥ 2
caution atau ≥ 1 |
4 |
|
|
|
|
|
|
Delayed 2) Caution dan delayed karena fail
(gagal) 3) Lakukan uji ulang dalam
1-2 minggu untuk menghilangkan faktor sesaat seperti rasa takut, sakit dan
kelelahan 3.Tidak dapat di tes
(untestable) 1) Jika terdapat 1 atau
lebih skor delayed atau 2 caution 2) Caution dan delayed karena refusal
(menolak) bukan karena fail
(gagal). 3) Sebelah kiri garis umur
atau menolak pada > 1 uji coba ditembus garis umur pada daerah 70-90
persentil. 4) Uji dalam 1-2 minggu |
|
|
|
|
|
|
19. |
Menentukan tindakan selanjutnya apakah
memerlukan tes kedua atau tidak |
3 |
|
|
|
|
|
20. |
Memberi informasi kepada orang tua tentang
hasil DDST II yang sudah dilakukan |
2 |
|
|
|
|
|
21. |
Melakukan pemdokumentasian secara
keseluruhan tentang hasil observasi dan hasil DDST II. |
2 |
|
|
|
|
|
22. |
Membereskan alat – alat |
1 |
|
|
|
|
|
23. |
Mencuci tangan dengan sabun dan air
mengalir |
1 |
|
|
|
|
|
|
TEKNIK |
|
|
|
|
|
|
24. |
Teruji memposisikan bayi/anak dengan tepat
dan baik |
1 |
|
|
|
|
|
25. |
Teruji melaksanakan secara sistematis dan
berurutan |
1 |
|
|
|
|
|
26. |
Teruji menjaga keamanan dan keselamatan
bayi |
2 |
|
|
|
|
|
27. |
Teruji melaksanakan tindakan dengan percaya
diri dan tidak ragu – ragu |
2 |
|
|
|
|
PERTEMUAN KE VIII
KUESIONER MASALAH MENTAL EMOSIONAL (KMME)
|
No |
Pertanyaan |
Ya |
Tidak |
|
1. |
Apakah anak anda seringkali terlihat marah tanpa sebab yang jelas? (seperti banyak menangis, mudah tersinggung
atau bereaksi berlebihan terhadap hal-hal yang sudah biasa dihadapinya) |
|
|
|
2. |
Apakah anak anda tampak menghindar dari teman-teman atau
anggota keluarganya? (seperti ingin merasa sendirian, menyendiri atau merasa sedih
sepanjang waktu, kehilangan minat terhadap hal-hal yang biasa sangat
dinikmati) |
|
|
|
3. |
Apakah anak anda terlihat berperilaku merusak dan menentang
terhadap lingkungan di sekitarnya? (seperti melanggar peraturan yang ada, mencuri, seringkali melakukan
perbuatan yang berbahaya bagi dirinya, atau menyiksa binatang atau anak-anak
lainnya) dan tampak tidak perduli dengan nasihat-nasihat yang sudah diberikan
kepadanya? |
|
|
|
4. |
Apakah anak anda memperlihatkan adanya perasaan ketakutan atau kecemasan berlebihan yang tidak dapat
dijelaskan asalnya dan tidak sebanding dengan anak lain seusianya? |
|
|
|
5. |
Apakah anak anda mengalami keterbatasan oleh karena adanya konsentrasi yang buruk atau mudah
teralih perhatiannya, sehingga mengalami penurunan dalam aktivitas
sehari-hari atau prestasi belajarnya? |
|
|
|
6. |
Apakah anak anda menunjukkan perilaku
kebingungan sehingga mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan membuat
keputusan? |
|
|
|
7. |
Apakah anak anda menunjukkan adanya perubahan pola tidur? (seperti sulit tidur sepanjang waktu, terjaga sepanjang hari, sering
terbangun di waktu tidur malam oleh karena mimpi buruk, mengigau) |
|
|
|
8. |
Apakah anak anda mengalami perubahanpola makan? (seperti kehilangan nafsu makan, makan
berlebihan atau tidak mau makan sama sekali) |
|
|
|
9. |
Apakah anak anda seringkali mengeluh sakit kepala, sakit perut atau
keluhan-keluhan fisik lainnya? |
|
|
|
10. |
Apakah anak anda seringkali mengeluh putus asa atau berkeinginan
untuk mengakhiri hidupnya? |
|
|
|
11. |
Apakah anak anda menunjukkan adanya kemunduran perilaku atau kemampuan yang sudah dimilikinya? (seperti mengompol kembali, menghisap
jempol, atau tidka mau berpisah dengan orangtua/pengasuhnya) |
|
|
|
12. |
Apakah anak anda melakukan perbuatan yang berulang-ulang tanpa
alasan yang jelas? |
|
|
Deteksi Dini Autis Pada Anak
Prasekolah.
o Tujuannya
adalah untuk mendeteksi secara dini adanya autis pada anak umur 18 bulan sampai
36 bulan.
o Jadwal
deteksi dini autis pada anak prasekolah dilakukan atas indikasi atau bila ada
keluhan dari ibu/pengasuh atau ada
kecurigaan tenaga kesehatan, kader kesehatan, BKB, petugas PADU,
pengelola TPA dan guru TK. Keluhan tersebut dapat berupa salah satu atau lebih
keadaan di bawah ini: oketerlambatan
berbicara ogangguan
komunikasi/ interaksi sosial operilaku yang
berulang-ulang
o Alat
yang digunakan adalah CHAT (Checklist for
Autism in Toddlers).
CHAT
ini ada 2 jenis pertanyaan, yaitu:
• Ada
9 pertanyaan yang dijawab oleh orang tua/pengasuh anak.
Pertanyaan diajukan
secara berurutan, satu persatu. Jelaskan kepada orangtua untuk tidak ragu-ragu
atau takut menjawab.
• Ada
5 perintah bagi anak, untuk melaksanakan tugas seperti yang tertulis CHAT. o Cara menggunakan CHAT.
o Ajukan
pertanyaan dengan lambat, jelas dan nyaring, satu persatu perilaku yang tetulis
pada CHAT kepada orang tua atau pengasuh anak.
o Lakukan
pengamatan kemampuan anak sesuai dengan tugas pada CHAT oCatat jawaban orang tua/pengasuh anak
dan kesimpulan hasil pengamatan kemampuan anak, YA atau TIDAK. Teliti kembali
apakah semua pertanyaan telah dijawab.
o Interpretasi
: oRisiko
tinggi menderita autis: bila jawaban ―Tidak‖ pada
pertanyaan A5, A7, B2, B3, dan B4. oRisiko
rendah menderita autis: bila jawaban ‖Tidak‖ pada
pertanyaan A7 dan B4 oKemungkinan
gangguan perkembangan lain: bila
jawaban ‖Tidak‖ jumlahnya 3 atau lebih
untuk pertanyaan A1-A4; A6; A8-A9; B1; B5. oAnak dalam batas normal bila tidak termasuk dalam kategori 1, 2 dan 3.
o Intervensi:
Bila anak risiko
menderita autis atau kemungkinan ada gangguan perkembangan, Rujuk ke Rumah
Sakit yang memiliki fasilitas kesehatan jiwa/tumbuh kembang anak.
CEKLIS
DETEKSI DINI AUTIS PADA ANAK UMUR 18-36 BULAN
CHAT
(Checklist for Autism in Toddlers)
|
A. |
Alo anamnesis |
Ya |
Tidak |
|
1. |
Apakah anak senang diayun-ayun atau
diguncang-guncang naik turun (bounched)
di paha anda? |
|
|
|
2. |
Apakah anak tertarik
(memperhatikan) anak lain? |
|
|
|
3. |
Apakah anak suka
memanjat-manjat, seperti memanjat tangga? |
|
|
|
4. |
Apakah anak suka bermain ‖ciluk
ba‖, ‖petak umpet‖? |
|
|
|
5. |
Apakah anak pernah bermain seolah-olah
membuat secangkir teh menggunakan mainan berbentuk cangkir dan teko, atau
permainan lain? |
|
|
|
6. |
Apakah anak pernah menunjuk atau meminta
sesuatu dengan menunjukkan jari? |
|
|
|
7. |
Apakah anak pernah menggunakan jari untuk
menunjuk ke sesuatu agar anda melihat ke sana? |
|
|
|
8. |
Apakah anak dapat bermain dengan mainan yang
kecil (mobil atau kubus)? |
|
|
|
9. |
Apakah anak pernah memberikan suatu benda
untuk menunjukkan sesuatu? |
|
|
|
B. |
Pengamatan |
Ya |
Tidak |
|
1. |
Selama pemeriksaan apakah anak menatap
(kontak mata) dengan pemeriksa? |
|
|
|
2. |
Usahakan menarik perhatian
anak, kemudian pemeriksa menunjuk sesuatu di ruangan pemeriksaan sambil
mengatakan: ‖ Lihat itu ada bola (atau mainan lain)‖!. Perhatikan mata anak, apakah ia melihat ke benda yang ditunjuk, bukan
melihat tangan pemeriksa? |
|
|
|
3. |
Usahakan menarik perhatian anak, berikan
mainan gelas/ cangkir dan teko. Katakan pada anak: ‖Buatkan secangkir susu
buat mama‖! |
|
|
|
4. |
Tanyakan pada anak: ‖Tunjukan mana gelas‖! (gelas dapat diganti dengan nama benda
lain yang dikenal anak dan ada di sekitar kita). Apakah anak menunjukkan
benda tersebut dengan jarinya? Atau sambil menatap wajah anda ketika menunjuk
ke suatu benda? |
|
|
|
5. |
Apakah anak dapat menumpuk beberapa
kubus/balok menjadi suatu menara? |
|
|
C.Deteksi
Dini Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) Pada Anak Prasekolah.
o
Tujuannya adalah untuk mengetahui secara dini anak adanya Gangguan
Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) pada anak umur 36 bulan ke
atas.
o
Jadwal deteksi dini GPPH pada anak
prasekolah dilakukan atas indikasi atau bila ada keluhan dari orang tua/pengasuh
anak atau ada kecurigaan tenaga
kesehatan, kader kesehatan, BKB, petugas PADU, pengelola TPA dan guru TK.
Keluhan tersebut dapat berupa salah satu atau lebih keadaan di bawah ini:
o
Anak tidak bisa duduk tenang
o
Anak selalu bergerak tanpa tujuan dan
tidak mengenal lelah oPerubahan
suasana hati yang mendadak/impulsif
o
Alat yang digunakan adalah formulir
deteksi dini Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas/GPPH (Abbreviated Conners Ratting Scale)
o
Formulir ini terdiri 10 pertanyaan yang
ditanyakan kepada orang tua/pengasuh anak/guru TK dan pertanyaan yang perlu
pengamatan pemeriksa.
o
Cara menggunakan formulir deteksi dini
GPPH:
o
Ajukan pertanyaan dengan lambat, jelas
dan nyaring, satu persatu perilaku yang tertulis pada formulir deteksi dini
GPPH. Jelaskan kepada orangtua/pengasuh anak untuk tidak ragu-ragu atau takut
menjawab.
o
Lakukan pengamatan kemampuan anak sesuai
dengan pertanyaan pada formulir deteksi dini GPPH
o
Keadaan yang ditanyakan/diamati ada pada
anak dimanapun anak berada, misal ketika di rumah, sekolah, pasar, toko, dll);
setiap saat dan ketika anak dengan siapa saja.
o
Catat jawaban dan hasil pengamatan
perilaku anak selama dilakukan pemeriksaan. Teliti kembali apakah semua
pertanyaan telah dijawab.
o
Interpretasi:
o
Beri nilai pada masing-masing jawaban
sesuai dengan ―bobot nilai‖ berikut ini dan jumlahkan nilai masing-masing
jawaban menjadi nilai total oNilai
0: jika keadaan tersebut tidak ditemukan pada anak.
o
Nilai 1: jika keadaan tersebut kadang-kadang
ditemukan pada anak. oNilai
2: jika keadaan tersebut sering ditemukan pada anak.
o
Nilai 3: jika keadaan tersebut selalu
ada pada anak.
Bila nilai total 13 atau lebih anak
kemungkinan dengan GPPH.
o
Intervensi:
o
Anak dengan kemungkinan GPPH perlu
dirujuk ke Rumah Sakit yang memiliki fasilitas kesehatan jiwa/tumbuh kembang
anak untuk konsultasi dan lebih lanjut.
o
Bila nilai total kurang dari 13 tetapi
anda ragu-ragu, jadwalkan pemeriksaan ulang 1 bulan kemudian. Ajukan pertanyaan
kepada orang-orang terdekat dengan anak
(orang tua, pengasuh, nenek, guru, dsb).
FORMULIR
DETEKSI DINI GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIVITAS (GPPH)
|
|
Kegiatan yang diamati |
0 |
1 |
2 |
3 |
|
1. |
Tidak kenal lelah, atau aktivitas yang
berlebihan |
|
|
|
|
|
2. |
Mudah menjadi gembira, impulsive. |
|
|
|
|
|
3. |
Mengganggu anak-anak lain |
|
|
|
|
|
4. |
Gagal menyelesaikan kegiatan yang telah
dimulai, rentang perhatian pendek |
|
|
|
|
|
5.Menggerak-gerakkan anggota badan atau
kepala secara terus menerus |
|
|
|
|
|
|
6.Kurang perhatian, mudah teralihkan |
|
|
|
|
|
|
7.Permintaannya harus segera dipenuhi,
mudah menjadi frustrasi |
|
|
|
|
|
|
8.Sering dan mudah menangis |
|
|
|
|
|
|
9.Suasana hatinya mudah berubah dengan
cepat dan drastis |
|
|
|
|
|
|
10.Ledakkan kekesalan, tingkah laku eksplosif dan tak terduga. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||||
Komentar
Posting Komentar